Presiden Prabowo Blak-blakan Bicara soal Target Evaluasi Kabinet
Prabowo menyebut menter pilihannya mendapatkan respon positif pasar, di mana IHSG berada di zona hijau selama tujuh hari berturut-turut usai pengumuman kabinet.
Presiden Prabowo Subianto memastikan dalam penyusunan Kabinet Merah Putih dirinya mengutamakan pencarian orang yang tepat mengemban posisi di pemerintahan.
Sejauh ini, kata Prabowo, pilihannya mendapatkan respon positif pasar, di mana IHSG berada di zona hijau selama tujuh hari berturut-turut usai pengumuman kabinet.
“Alhamdulillah kalau pasar menilai baik. Tapi niat saya selalu adalah mencari orang yang tepat pada tempat yang tepat. Karena ini adalah akan menjalankan misi-misi yang tidak ringan. Jadi saya butuh satu tim yang terbaik. Saya kira itu,” tutur Prabowo dalam wawancara eksklusif Liputan6 SCTV yang dikutip, Senin (28/10).
Prabowo meyakini orang-orang yang ada di kabinetnya adalah pribadi-pribadi baik. Soal evaluasi, dia tentu akan melakukannya tanpa harus memberikan target waktu-waktu tertentu.
"Saya kira tidak terpaku waktu ya (evaluasi kabinet). Saya tanamkan rasa tanggung jawab, saya menggugah cinta Tanah Air. Kalau orang itu cinta Tanah Air, kalau orang itu sadar dia harus bekerja untuk kepentingan sebaik-baiknya rakyat dan bangsa, saya kira hasilnya akan baik,” ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Prabowo mengingatkan para pembantunya untuk tidak memanfaatkan kekuasaan untuk mencari peluang demi kepentingan pribadi atau kelompoknya sendiri.
“Yang repot kalau dia punya pemikiran atau agenda-agenda, 'Oh saya punya wewenang, saya punya kekuasaan, saya akan cari peluang untuk kepentingan saya atau kelompok saya sendiri'. Ini nanti kurang baik,” ungkapnya.
Prabowo turut mengulas peringatan tegasnya kepada jajaran dalam sidang kabinet pertama beberapa waktu lalu, yang menekankan tekat kuat merealisasikan program makan bergizi gratis bagi siswa di sekolah dan ibu hamil. Baginya, program itu sangat penting lantaran masa depan negara tergantung pada penerus bangsa.
“Karena kita negara punya kekayaan yang besar. Bisa dinikmati adalah rakyat kita makan cukup. Jadi kalau ada yang tidak mendukung prinsip ini, ya jangan, nggak perlu dekat-dekat saya lah. Apalagi ikut pemerintah saya,” tegas dia.
“Saya terang-terangan saja. Bagi saya hal ini prinsip, kita sudah hitung. Negara lain sudah jalankan ini cukup lama. India berani, padahal India per kapitanya setengah dari Indonesia. Dia berani dan sudah lakukan ini saya kira sudah lebih dari 10 tahun,” ujar Prabowo.