Prabowo Kirim Pasukan ke Gaza: 8.000 Personel TNI Siap Bertugas dalam Dua Bulan
Presiden Prabowo Subianto mengonfirmasi pengiriman 8.000 personel TNI ke Gaza dalam satu hingga dua bulan ke depan untuk bergabung dengan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF). Pengiriman pasukan ini menjadi bagian dari komitmen Indonesia untuk menjaga.
Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana pengiriman 8.000 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke Gaza dalam kurun waktu satu hingga dua bulan mendatang. Pasukan ini akan bergabung dengan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) menyusul KTT Dewan Perdamaian Gaza perdana yang diselenggarakan di Washington, AS.
Keterlibatan pasukan Indonesia bertujuan untuk mendukung upaya stabilisasi dan pemulihan pasca-konflik di Gaza. Indonesia menegaskan komitmennya dalam misi kemanusiaan dan perdamaian global.
Prabowo juga mengungkapkan bahwa tim pendahulu mungkin akan dikirim terlebih dahulu ke Gaza. Tim ini bertugas untuk memetakan wilayah dan melakukan analisis risiko sebelum kedatangan pasukan utama.
Peran Indonesia dalam Misi Stabilisasi Gaza
Indonesia telah dipercaya untuk memegang peran kepemimpinan dalam misi Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di Gaza. Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia diminta untuk menjadi wakil komandan dalam misi tersebut.
Pemerintah Indonesia berencana menunjuk perwira terbaiknya untuk posisi strategis ini, menunjukkan keseriusan dan dedikasi dalam menjalankan mandat perdamaian. Komitmen awal Indonesia adalah menyumbangkan hingga 8.000 tentara, dan siap menambah jumlah jika diperlukan.
Prabowo menegaskan bahwa gencatan senjata merupakan pencapaian nyata yang patut diapresiasi. Oleh karena itu, Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk berkontribusi secara signifikan dalam jumlah pasukan.
Komposisi dan Tujuan Pasukan Stabilisasi Internasional
Mayor Jenderal Jasper Jeffers dari Angkatan Bersenjata AS, selaku Komandan ISF, memperkirakan bahwa sekitar 20.000 tentara dan 12.000 petugas polisi akan bergabung dalam misi ini. Tujuan utama mereka adalah memulihkan ketertiban di Gaza pasca-perang.
Rafah, yang terletak di Gaza selatan dan berbatasan dengan Mesir, diidentifikasi sebagai tujuan awal pengerahan ISF. Ini menunjukkan fokus strategis pada area yang membutuhkan stabilisasi mendesak.
Negara-negara lain yang turut berpartisipasi dalam misi ini meliputi Kazakhstan, Albania, Maroko, dan Kosovo. Selain itu, Mesir dan Maroko akan mengerahkan pasukan polisi untuk menyediakan pelatihan khusus.
KTT yang dipimpin oleh Presiden Trump tersebut berlangsung sekitar tiga jam. Negara-negara anggota memaparkan rencana pemulihan dan rekonstruksi Jalur Gaza secara komprehensif.
Sumber: AntaraNews