5 Negara Kirim Pasukan Perdamaian di Gaza, Indonesia Nomor 1, Amerika Serikat Absen
Lima negara yang pertama kali mengirimkan personel untuk bertugas dalam ISF adalah Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania.
Pasukan stabilisasi untuk Gaza, atau yang dikenal sebagai International Stabilization Force (ISF), baru saja mengumumkan lima negara pertama yang menjadi anggota Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace/BoP) yang bersedia mengirimkan pasukan perdamaian ke wilayah Gaza. Salah satu negara yang terlibat adalah Indonesia. Namun, dalam daftar tersebut, tidak terdapat nama Amerika Serikat.
"Saya dengan gembira mengumumkan bahwa lima negara pertama yang akan mengirim personel untuk bertugas dalam ISF yaitu Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania," ungkap Panglima ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers pada pertemuan perdana tingkat kepala negara Dewan Perdamaian yang berlangsung di Washington DC, pada Kamis pagi waktu setempat, seperti dilaporkan oleh Antara pada Jumat (20/2).
Dalam siaran langsung yang dipantau dari Gedung Putih di Jakarta pada malam harinya, Jeffers juga menyatakan bahwa Mesir dan Yordania bersedia memberikan pelatihan kepada pasukan kepolisian Gaza yang akan dibentuk.
Panglima ISF menekankan bahwa badan stabilisasi ini memiliki dua tujuan utama, yaitu menjaga keamanan dan stabilitas Gaza serta mendukung terbentuknya pemerintahan sipil di wilayah Palestina. Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan penghargaan kepada Indonesia atas keputusan negara tersebut untuk berkontribusi dengan mengirimkan personel militer demi menjaga gencatan senjata di Jalur Gaza.
"Sejumlah negara menjanjikan personel untuk membantu menjaga gencatan senjata dan memastikan perdamaian yang berkelanjutan khususnya kepada Indonesia, terima kasih banyak Indonesia, negara besar, terima kasih lagi," kata Trump kepada Presiden RI Prabowo Subianto.
Lima Sektor di Gaza
Tim ahli militer telah beroperasi langsung dari pusat operasi bersama yang akan berfungsi sebagai markas bagi ISF. Sesuai dengan rencana yang telah disusun, personel ISF akan dibagi menjadi lima sektor di Jalur Gaza, di mana setiap sektor akan dilengkapi dengan satu brigade ISF.
Kelima sektor tersebut mencakup Rafah, Khan Younis, Deir al Balah, Gaza City, dan Gaza Utara. Dalam waktu dekat, personel ISF akan dikerahkan ke wilayah Rafah yang terletak di Gaza selatan, dan secara bertahap akan melanjutkan operasi mereka ke utara Gaza. Pada saat yang sama, pembinaan pasukan kepolisian juga akan dilakukan.
Mayjen Jeffers menyampaikan bahwa dalam jangka panjang, pihaknya memperkirakan akan ada 20.000 personel ISF dan 12.000 personel kepolisian yang akan bertugas di Jalur Gaza.
"Dengan langkah-langkah awal ini, kami akan mewujudkan keamanan yang diperlukan Gaza untuk masa depannya yang sejahtera dan perdamaian yang berkelanjutan," kata Jeffers.