PMI Makassar Gencarkan Upaya Kolaboratif untuk Penuhi Stok Darah Ramadhan
Palang Merah Indonesia (PMI) Makassar intensifkan kolaborasi dengan berbagai pihak demi menjaga ketersediaan stok darah Ramadhan yang vital bagi pasien, menargetkan 3.000 kantong darah.
Palang Merah Indonesia (PMI) Makassar mengambil langkah proaktif dalam menghadapi bulan suci Ramadhan dengan menggalakkan berbagai upaya kolaboratif. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pasokan darah yang cukup di tengah potensi penurunan jumlah pendonor selama periode puasa. Kebutuhan darah tetap menjadi prioritas utama untuk penanganan medis pasien di seluruh kota.
Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Makassar, dr. Sukmawati, menjelaskan bahwa sejumlah pihak telah menyatakan komitmennya untuk mendukung pemenuhan stok darah. Penurunan ketersediaan darah, terutama komponen trombosit, seringkali menjadi tantangan rutin setiap Ramadhan. Oleh karena itu, strategi kolaborasi menjadi kunci untuk mengatasi kondisi ini.
Melalui gerakan ini, PMI Makassar menargetkan pengumpulan hingga 3.000 kantong darah sepanjang bulan Ramadhan. Upaya ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari institusi pemerintah hingga komunitas keagamaan. Tujuannya adalah memastikan tidak ada pasien yang kesulitan mendapatkan transfusi darah saat sangat dibutuhkan.
Kolaborasi Lintas Sektor Amankan Ketersediaan Darah
Untuk menjaga stabilitas stok darah Ramadhan, PMI Makassar menjalin kerja sama erat dengan berbagai pihak. Salah satu dukungan signifikan datang dari Komando Distrik Militer (Kodim) yang mengerahkan Bintara Pembina Desa (Babinsa) di setiap Koramil. Para Babinsa ini bertugas mengajak masyarakat di wilayahnya untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan donor darah.
Tidak hanya itu, pelibatan komunitas dan jemaat gereja di Kota Makassar juga menjadi pilar penting dalam gerakan kolaboratif ini. Komunitas Tionghoa, misalnya, secara rutin mengadakan donor darah setiap tahun di pagi hari, sebagai bentuk dukungan terhadap umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa. Jemaat gereja di beberapa lokasi juga secara bergilir menyelenggarakan kegiatan serupa untuk menopang ketersediaan komponen darah di PMI Makassar.
Menurut dr. Sukmawati, upaya kolaborasi ini sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan darah yang fluktuatif. Keterlibatan beragam elemen masyarakat menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang tinggi. Sinergi ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mengelola ketersediaan darah.
Tantangan dan Strategi Pemenuhan Stok Darah Ramadhan
Ketersediaan komponen darah memang cenderung berkurang selama Ramadhan, terutama untuk trombosit yang seringkali terbilang kosong. Kondisi ini dianggap wajar mengingat perubahan pola makan dan aktivitas masyarakat selama berpuasa. Namun, PMI Makassar memastikan bahwa stok komponen sel darah merah (PRC) masih dalam kondisi aman.
Untuk mengatasi kelangkaan trombosit, PMI Makassar telah membuka gerai donor darah Ramadhan di sejumlah masjid, termasuk Masjid Al Markaz Al Islami dan beberapa masjid di tingkat kecamatan. Pembukaan gerai ini disesuaikan dengan kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang tersedia. Pemenuhan trombosit diperkirakan membutuhkan waktu dua hingga tiga hari setelah gerai donor dibuka.
Dr. Sukmawati mengakui bahwa ada beberapa permintaan darah yang harus menunggu ketersediaannya karena tidak langsung tersedia di tempat. Hal ini menegaskan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam donor darah, bahkan di bulan puasa. Edukasi mengenai donor darah yang aman selama Ramadhan juga terus digencarkan.
Target dan Harapan PMI Makassar
Dengan berbagai upaya kolaboratif dan pembukaan gerai donor Ramadhan, PMI Makassar optimistis dapat mencapai target 3.000 kantong darah selama bulan suci ini. Target ini merupakan bagian dari komitmen PMI untuk selalu siap sedia memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat. Partisipasi masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan target tersebut.
Setiap kantong darah yang terkumpul memiliki nilai yang sangat besar dalam menyelamatkan nyawa. Oleh karena itu, PMI Makassar terus mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak ragu mendonorkan darahnya. Donor darah bukan hanya tindakan kemanusiaan, tetapi juga amal ibadah yang mulia.
PMI Makassar berharap kesadaran akan pentingnya donor darah terus meningkat, tidak hanya saat Ramadhan, tetapi sepanjang tahun. Dengan dukungan berkelanjutan dari masyarakat dan berbagai pihak, kebutuhan darah di Kota Makassar dapat selalu terpenuhi, menjamin kesehatan dan keselamatan pasien.
Sumber: AntaraNews