PLN UID Kalselteng Perkuat Literasi Anak Lewat Program Mentari dengan Perpustakaan Keliling
PLN UID Kalselteng meluncurkan Program Mentari, sebuah inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk meningkatkan literasi anak usia 7-12 tahun di Kalselteng, menghadirkan metode belajar inovatif.
PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) secara aktif memperkuat literasi anak negeri melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang diberi nama Mencerahkan Literasi Anak Negeri atau disingkat Mentari. Inisiatif ini bertujuan untuk menumbuhkan minat baca dan kemampuan literasi di kalangan generasi muda di wilayah operasionalnya.
Program Mentari dirancang khusus untuk meningkatkan kemampuan literasi baca tulis anak-anak berusia 7 hingga 12 tahun. Wilayah cakupan program ini meliputi Barito Kuala, Banjarmasin, dan Banjarbaru, dengan menggandeng Komunitas Literasi Banua sebagai mitra pelaksana.
Melalui kerja sama ini, PLN UID Kalselteng dan Komunitas Literasi Banua berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan, aktif, dan mudah dijangkau oleh anak-anak. Program ini menjadi bukti komitmen PLN dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
Inovasi Perpustakaan Keliling dan Metode Interaktif
Salah satu inovasi utama yang dihadirkan PLN UID Kalselteng dalam Program Mentari adalah penyediaan bantuan motor listrik. Kendaraan ini difungsikan sebagai perpustakaan keliling yang dilengkapi dengan berbagai buku bacaan serta fasilitas pendukung lainnya. Kehadiran perpustakaan keliling ini memungkinkan akses literasi menjangkau lebih banyak anak di berbagai lokasi.
Selain dukungan sarana, Program Mentari juga menerapkan metode pengajaran yang interaktif dan partisipatif. Anak-anak diajak belajar melalui permainan edukasi, dialog dua arah, serta berbagai aktivitas yang dirancang untuk mendorong mereka berpikir kritis dan memahami konteks bacaan, bukan sekadar membaca.
Ketua Komunitas Literasi Banua, Zidan, mengapresiasi dukungan konsisten dari PLN UID Kalselteng yang memungkinkan program ini berjalan efektif. Menurutnya, kemampuan literasi anak tidak cukup hanya berhenti pada mengenal huruf dan membaca kalimat, tetapi juga harus mencakup pemahaman makna di balik bacaan tersebut.
Zidan mengaku terpanggil untuk membantu meningkatkan literasi generasi muda setelah hasil observasi menunjukkan bahwa banyak anak masih fokus diajarkan membaca tanpa memahami konteks. “Alhamdulillah dengan bantuan PLN, program ini dapat terlaksana dan menjangkau lebih banyak anak,” kata Zidan, menegaskan dampak positif dari kolaborasi ini.
Dampak Positif dan Apresiasi dari Berbagai Pihak
Metode yang digunakan dalam kegiatan Mentari terbukti menarik perhatian dan membuat proses belajar menjadi lebih hidup. Zidan menambahkan bahwa permainan edukatif yang mengasah kemampuan berpikir anak menjadi bagian integral dari program. Selain itu, ada juga lomba menulis cerita sebagai wadah untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitas mereka.
Dukungan terhadap Program Mentari juga datang dari pihak sekolah. Kepala Sekolah SD Negeri Komet 1 Banjarbaru, Yunita Yuliarni, menyampaikan bahwa program ini membawa manfaat besar bagi peningkatan kualitas belajar siswa. “Terima kasih atas program Mentari ini, karena kegiatan seperti ini sangat membantu anak dalam memperluas wawasan dan meningkatkan semangat belajar,” jelasnya.
Yunita Yuliarni juga berharap program serupa dapat terus dijalankan secara berkelanjutan demi memperkuat pendidikan di Kalimantan Selatan, khususnya di Kota Banjarbaru. Apresiasi ini menunjukkan bahwa inisiatif PLN UID Kalselteng relevan dan dibutuhkan oleh komunitas pendidikan setempat.
Komitmen PLN untuk Peningkatan Pendidikan di Kalselteng
Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID Kalselteng, Faharudin Fajar, menegaskan bahwa Program Mentari merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan program PLN Peduli. Inisiatif ini mendukung tumbuhnya hubungan harmonis antara perusahaan dengan masyarakat, serta menumbuhkan rasa kepedulian bersama.
Fajar juga menyebutkan bahwa PLN memiliki tanggung jawab yang sejalan dengan peningkatan kualitas pendidikan di wilayah Kalselteng. “Kami menjalankan banyak program yang intinya mendorong peningkatan pendidikan, baik melalui TJSL maupun YBM. Harapannya, semakin banyak anak mendapat akses belajar yang baik dan merata,” ucapnya.
General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, turut memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan Program Mentari. “Terima kasih kepada semua pihak yang menjalankan program ini seperti instansi pendidikan, Komunitas Literasi Banua, dan tim TJSL PLN,” ucap Iwan.
Iwan Soelistijono berharap Program Mentari dapat menjadi gerakan bersama yang terus diperkuat agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan. Melalui program ini, PLN UID Kalselteng menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan peningkatan literasi di daerah serta mewujudkan generasi muda yang lebih percaya diri, cakap, dan berwawasan luas.
Sumber: AntaraNews