Persija Kalah dari Persib, Mauricio Souza Sebut Macan Kemayoran Main Lebih Baik
Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, mengakui Persija kalah dari Persib 1-2 di El Clasico Indonesia, namun menilai timnya tampil lebih baik dan dominan secara statistik.
Jakarta, 10/5 (ANTARA) - Persija Jakarta harus menelan pil pahit setelah takluk 1-2 dari rival abadi mereka, Persib Bandung, dalam laga bertajuk El Clasico Indonesia di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu.
Kekalahan ini sekaligus mengubur harapan Macan Kemayoran untuk bersaing memperebutkan gelar juara Super League musim ini. Meskipun kalah, pelatih Persija, Mauricio Souza, menyatakan bahwa timnya sebenarnya menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan Persib dalam pertandingan tersebut. Souza menyoroti dominasi statistik yang dimiliki anak asuhnya sepanjang laga.
Pertandingan yang berlangsung sengit ini memperlihatkan Persija sempat unggul lebih dulu melalui gol Alaaeddine Ajaraie pada menit ke-19, sebelum akhirnya Persib berhasil membalikkan keadaan dengan dua gol dari Adam Alis pada menit ke-28 dan ke-37. Hasil ini menjadi pukulan telak bagi tim Ibu Kota.
Analisis Pelatih Mauricio Souza: Dominasi Statistik Tanpa Kemenangan
Mauricio Souza mengungkapkan bahwa timnya tampil agresif dan mampu menguasai jalannya pertandingan, meskipun hasil akhir tidak berpihak kepada mereka. Pelatih asal Brasil itu melihat para pemain Persija sudah memperlihatkan karakter permainan yang diinginkannya.
Menurut Souza, statistik pertandingan menjadi bukti nyata dominasi Persija, dengan 19 peluang yang tercipta dibandingkan hanya tujuh peluang milik Persib. Ia merasa seharusnya Persija bisa memenangkan laga tersebut berdasarkan performa di lapangan.
Namun, Souza juga mengakui bahwa sejumlah kesalahan fatal pada momen-momen krusial menjadi penyebab utama kegagalan Persija mengamankan kemenangan. “Kami melakukan kesalahan pada momen yang seharusnya tidak boleh terjadi,” ujarnya.
“Kami tidak ingin hanya menang dalam statistik, tetapi angka-angka itu menunjukkan kerja keras kami,” tambah Souza, menekankan bahwa kerja keras timnya sudah terlihat jelas meskipun tidak berbuah poin penuh.
Efektivitas Penyelesaian Akhir Jadi Pembeda
Senada dengan sang pelatih, gelandang Persija Fabio Calonego juga menyoroti masalah efektivitas penyelesaian akhir sebagai pembeda utama dalam pertandingan tersebut. Calonego merasa timnya kurang tajam di depan gawang lawan.
“Tim yang bermain lebih baik tidak selalu menang,” kata Fabio, menggambarkan frustrasi timnya yang menciptakan banyak peluang tetapi gagal mengkonversinya menjadi gol. Ia mengakui bahwa hal ini menjadi penyebab kekalahan.
Persija sebenarnya memulai laga dengan menjanjikan dan sempat memimpin lewat gol Alaaeddine Ajaraie pada menit ke-19. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama setelah Adam Alis mencetak dua gol balasan pada menit ke-28 dan ke-37.
Kurangnya efektivitas dalam memanfaatkan peluang emas membuat Persija harus merelakan tiga poin penting jatuh ke tangan Persib, yang lebih klinis dalam memanfaatkan kesempatan yang ada.
Dampak Kekalahan pada Klasemen Super League
Hasil minor ini membuat Persija Jakarta harus puas tertahan di peringkat ketiga klasemen sementara Super League 2025/26. Mereka kini mengoleksi 65 poin, semakin jauh dari puncak klasemen.
Kekalahan ini secara otomatis menutup peluang Macan Kemayoran untuk bersaing dalam perebutan gelar juara Super League musim ini, mengingat selisih poin dengan pemuncak klasemen semakin lebar.
Di sisi lain, kemenangan ini semakin mengukuhkan posisi Persib Bandung di puncak klasemen Super League. Maung Bandung kini memiliki peluang besar untuk meraih gelar juara musim ini, menjaga momentum positif mereka.
Pertarungan di papan atas Super League semakin menarik, namun bagi Persija, fokus kini harus beralih untuk mempertahankan posisi dan mempersiapkan diri menghadapi musim berikutnya.
Sumber: AntaraNews