Persiapan Pacu Kudo Padang Pariaman Capai 75 Persen, Siap Sambut Wisatawan Lebaran
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mengumumkan persiapan Pacu Kudo Padang Pariaman di Kecamatan VII Koto telah mencapai 75 persen. Acara budaya dan olahraga ini siap memeriahkan libur Lebaran dengan berbagai atraksi menarik.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat, melaporkan bahwa persiapan pelaksanaan kegiatan wisata Pacu Kudo di Kecamatan VII Koto telah mencapai 75 persen. Acara tradisional ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 28 dan 29 Maret 2026, bertepatan dengan momen libur Lebaran. Pemasangan pagar di Gelanggang Pacuan Kuda Duku Banyak hampir rampung, menandakan kesiapan arena untuk menyambut para peserta dan pengunjung.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menyatakan bahwa gotong royong akan kembali dilaksanakan menjelang Lebaran untuk memastikan semua persiapan berjalan lancar. Kegiatan Pacu Kudo tahun ini akan diikuti oleh 122 ekor kuda yang akan berlaga dalam 25 race atau pertandingan. Berbagai kelas dan kategori akan dipertandingkan, menambah semarak kompetisi.
Untuk memeriahkan acara, Pemkab Padang Pariaman juga akan menghadirkan artis Minang ternama, Fauzana. Fauzana dijadwalkan menghibur masyarakat dan pengunjung pada tanggal 29 Maret 2026. Sebelum puncak Pacu Kudo, akan ada pula Alek Nagari pada tanggal 26 dan 27 Maret, yang menampilkan beragam kesenian daerah.
Antusiasme dan Persiapan Matang Pacu Kudo
Persiapan Pacu Kudo di Padang Pariaman telah memasuki tahap akhir dengan capaian 75 persen, menunjukkan komitmen Pemkab dalam menyelenggarakan acara berkualitas. Pemasangan pagar di Gelanggang Pacuan Kuda Duku Banyak menjadi salah satu fokus utama yang hampir selesai. Bupati John Kenedy Azis menekankan pentingnya gotong royong lanjutan menjelang Lebaran untuk memastikan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
Ajang Pacu Kudo tahun ini diproyeksikan akan sangat meriah dengan partisipasi 122 ekor kuda dari berbagai daerah. Kuda-kuda tersebut akan berkompetisi dalam 25 race yang terbagi dalam berbagai kelas dan kategori. Ini menjanjikan tontonan menarik bagi para penggemar olahraga berkuda dan masyarakat umum yang hadir.
Menurut Bupati John Kenedy Azis, Pacu Kudo lebih dari sekadar olahraga tradisional; ia merupakan identitas budaya yang harus dilestarikan. Kegiatan ini diharapkan dapat menarik ribuan wisatawan, sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat lokal. Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp285 juta, menambah daya tarik kompetisi ini.
Pacu Kudo: Paduan Olahraga, Budaya, dan Daya Tarik Wisata
Sebelum gelaran utama Pacu Kudo, masyarakat akan disuguhkan dengan Alek Nagari pada tanggal 26 dan 27 Maret. Acara pra-Pacu Kudo ini akan menampilkan berbagai kesenian daerah yang kaya, memberikan pengalaman budaya yang mendalam bagi pengunjung. Kehadiran artis Minang Fauzana pada tanggal 29 Maret juga dipastikan akan menambah semarak suasana, menarik lebih banyak penonton.
Bupati John Kenedy Azis secara khusus mengundang seluruh warga Sumatera Barat dan para perantau untuk datang menyaksikan kegiatan Pacu Kudo ini. Momen Lebaran dianggap sebagai waktu yang tepat untuk berkumpul dan menikmati berbagai agenda menarik yang telah disiapkan. Ini adalah kesempatan emas untuk merasakan langsung kekayaan budaya Padang Pariaman.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Padang Pariaman, Anton Wira Tanjung, menyoroti kualitas arena pacu kuda di VII Koto. Menurutnya, arena ini merupakan salah satu yang terbaik di provinsi Sumatera Barat, memiliki potensi besar untuk menjadi pusat kegiatan pacuan kuda di tingkat regional. Perlombaan ini juga akan memperebutkan Piala Bupati Padang Pariaman.
Dampak Ekonomi dan Pelestarian Budaya Melalui Pacu Kudo
Pacu Kudo tidak hanya berfungsi sebagai ajang olahraga dan hiburan, tetapi juga berperan penting dalam pelestarian budaya lokal. Bupati John Kenedy Azis menegaskan bahwa acara ini adalah momentum untuk menjaga tradisi luhur yang telah diwariskan secara turun-temurun. Ini adalah cerminan dari identitas dan nilai-nilai masyarakat Padang Pariaman.
Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Dengan potensi mendatangkan ribuan wisatawan, Pacu Kudo akan menciptakan peluang bagi pelaku usaha lokal, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, hingga akomodasi. Perputaran ekonomi yang terjadi akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan warga.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Padang Pariaman Anton Wira Tanjung berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda besar yang menarik perhatian masyarakat luas. Dengan kombinasi antara olahraga tradisional, pertunjukan budaya, dan hiburan modern, Pacu Kudo diharapkan mampu mengukuhkan posisinya sebagai salah satu daya tarik wisata unggulan di Sumatera Barat.
Sumber: AntaraNews