Pacu Kuda Amal Bukittinggi Agam Sukses Galang Donasi Bencana dan Lestarikan Budaya Lokal

Ajang Pacu Kuda Amal Bukittinggi Agam berhasil menggalang donasi signifikan bagi korban bencana alam di Sumatera Barat, sekaligus melestarikan warisan budaya lokal dan menggerakkan ekonomi daerah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pacu Kuda Amal Bukittinggi Agam Sukses Galang Donasi Bencana dan Lestarikan Budaya Lokal
Ajang Pacu Kuda Amal Bukittinggi Agam berhasil menggalang donasi signifikan bagi korban bencana alam di Sumatera Barat, sekaligus melestarikan warisan budaya lokal dan menggerakkan ekonomi daerah. (AntaraNews)

Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Pemerintah Kabupaten Agam baru-baru ini sukses menggelar sebuah perlombaan pacu kuda. Acara ini diselenggarakan dengan tujuan utama penggalangan dana untuk membantu para korban bencana alam di wilayah Sumatera Barat. Kegiatan tersebut berlangsung meriah di Gelanggang Bukik Ambacang.

Perlombaan bertajuk "Bukittinggi-Agam Open Race 2025" ini bukan hanya fokus pada aspek sosial, tetapi juga memiliki dimensi ekonomi dan budaya yang kuat. Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menegaskan bahwa seluruh sumbangan yang terkumpul akan disalurkan secara transparan. Inisiatif ini juga bertujuan menggerakkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal.

Diselenggarakan pada Minggu, 28 Desember 2025, ajang ini diikuti oleh 69 ekor kuda yang berlaga dalam 16 race pertandingan. Selain sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, pacu kuda ini juga menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi Kota (HJK) Bukittinggi ke-241. Kolaborasi dua daerah ini menunjukkan semangat kebersamaan dalam menghadapi tantangan bencana.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menjelaskan bahwa pacu kuda merupakan sebuah 'alek nagari' atau pesta desa yang kaya akan nilai sosial, budaya, dan ekonomi. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menghadapi bencana alam yang tidak mengenal batas wilayah. "Seluruh sumbangan yang terkumpul kali ini akan disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat," katanya.

Ramlan juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah berdonasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat dan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan acara. Dampak ekonomi dari kegiatan ini terlihat dari keterlibatan UMKM lokal yang turut meramaikan acara.

Inisiatif ini membuktikan bahwa olahraga tradisional dapat menjadi platform efektif untuk kegiatan amal. Selain itu, kegiatan ini memperkuat ikatan sosial antarwarga serta melestarikan warisan budaya. Semangat gotong royong terwujud nyata dalam setiap aspek penyelenggaraan pacu kuda ini.

Ketua Panitia Pelaksana, Hamdan, mengungkapkan bahwa kegiatan pacu kuda ini terlaksana berkat dukungan penuh dari APBD Pemerintah Kota Bukittinggi dan Pemerintah Kabupaten Agam. Penyelenggaraan acara juga bertepatan dengan momen penting Hari Jadi Kota Bukittinggi ke-241. "Pacu Kuda Wisata Derby Bukittinggi-Agam 2025 diikuti oleh 69 ekor kuda yang berlaga dalam 16 race pertandingan," jelas Hamdan.

Deri Asta, Ketua Umum Pengda Pordasi Sumatera Barat, menegaskan bahwa pacu kuda bukan sekadar ajang olahraga semata. Menurutnya, ini adalah warisan budaya yang telah diturunkan secara turun-temurun dan harus terus dilestarikan. Beliau juga menyampaikan terima kasih atas nama Pemprov Sumbar kepada Wali Kota Bukittinggi dan Bupati Agam atas dukungan penuh mereka.

Dukungan pemerintah daerah sangat vital dalam menjaga eksistensi dan perkembangan olahraga pacu kuda di Sumatera Barat. Partisipasi 69 ekor kuda menunjukkan antusiasme tinggi dari para pemilik dan peternak kuda. Hal ini sekaligus menjadi indikator positif bagi masa depan olahraga pacu kuda di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Agam, Dedi Asmar, menyoroti inti dari kegiatan ini, yaitu penggalangan dana untuk membantu masyarakat terdampak bencana alam. Selain dimensi sosial, acara ini juga menjadi ajang penting untuk mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antara kedua daerah. "Kegiatan ini tidak hanya bersifat hiburan dan olahraga, tetapi memiliki nilai sosial yang sangat besar, karena hasilnya diperuntukkan bagi korban bencana alam," ujar Dedi Asmar.

Deri Asta dari Pordasi Sumbar berharap kegiatan pacu kuda ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin yang dilaksanakan secara berkesinambungan. Keberlanjutan acara akan memastikan bahwa nilai-nilai sosial, budaya, dan ekonomi yang terkandung di dalamnya dapat terus memberikan manfaat. Ini juga akan menjaga tradisi pacu kuda tetap hidup dan berkembang.

Harapan agar pacu kuda ini menjadi agenda rutin juga disampaikan oleh Dedi Asmar. Beliau meyakini bahwa kegiatan semacam ini memiliki potensi besar untuk memberikan dampak positif jangka panjang. Baik dalam hal bantuan kemanusiaan maupun dalam memperkuat identitas budaya lokal.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi