Perpustakaan Masjid Agung Kalianda Jadi Pusat Literasi, Dorong Minat Baca Masyarakat
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menjadikan Perpustakaan Masjid Agung Kalianda sebagai pusat kegiatan literasi. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan minat baca dan pengetahuan masyarakat setempat.
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan telah menetapkan Perpustakaan Masjid Agung Kalianda sebagai pusat kegiatan literasi. Inisiatif ini bertujuan utama untuk meningkatkan minat baca serta pengetahuan masyarakat di wilayah tersebut. Langkah strategis ini diharapkan dapat memperluas akses buku dan sumber informasi bagi warga.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lampung Selatan, Feri Bastian, menjelaskan bahwa program ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap upaya Kementerian Agama. Kementerian Agama sendiri sedang menggalakkan program agar masjid-masjid di seluruh Indonesia memiliki perpustakaan sebagai upaya meningkatkan literasi dan edukasi di kalangan masyarakat luas.
Terletak di pusat pemerintahan Kabupaten Lampung Selatan, Masjid Agung Kalianda memiliki posisi strategis. Keberadaan perpustakaan di lokasi ini memudahkan jemaah, pengunjung masjid, serta siswa-siswi pelajar untuk mengakses berbagai koleksi buku. Fasilitas ini diharapkan menjadi magnet bagi peningkatan kegemaran membaca.
Fasilitas Lengkap dan Aksesibilitas Tinggi di Perpustakaan Masjid Agung Kalianda
Perpustakaan Masjid Agung Kalianda kini dilengkapi dengan beragam fasilitas pendukung modern. Tujuannya adalah untuk meningkatkan tingkat kegemaran membaca dan indeks pembangunan literasi masyarakat Lampung Selatan. Fasilitas ini dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menarik.
Feri Bastian menyebutkan bahwa perpustakaan ini menyediakan ruang baca yang nyaman bagi pengunjung. Selain itu, koleksi buku yang luas dan beragam juga tersedia untuk memenuhi berbagai minat baca. Akses internet gratis turut melengkapi fasilitas yang ada, memungkinkan pengunjung mencari informasi lebih lanjut secara daring.
Pengunjung dapat memanfaatkan seluruh fasilitas ini secara optimal untuk memperkaya pengetahuan mereka. Keberadaan perpustakaan ini juga diharapkan dapat memperkuat keimanan melalui bacaan-bacaan edukatif. Dengan demikian, perpustakaan ini tidak hanya menjadi pusat ilmu, tetapi juga pusat spiritual.
Dukungan Nasional untuk Gerakan Literasi Masjid oleh Kementerian Agama
Inisiatif di Lampung Selatan ini selaras dengan program nasional yang digagas oleh Kementerian Agama. Kementerian Agama secara aktif mendorong setiap masjid di Indonesia untuk memiliki perpustakaan. Tujuannya adalah menjadikan masjid sebagai pusat edukasi dan literasi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Data menunjukkan bahwa sebanyak 845 perpustakaan masjid telah terdata dalam Elektronik Literasi Pustaka Keagamaan Islam (ELIPSKI). Angka ini menunjukkan adanya perkembangan positif dalam upaya peningkatan literasi berbasis masjid. Namun, jumlah tersebut masih tergolong kecil dibandingkan total masjid yang ada.
Saat ini, Kementerian Agama mencatat ada sekitar 307 ribu masjid dan 375 ribu mushalla di seluruh Indonesia. Potensi untuk mengembangkan lebih banyak perpustakaan di masjid sangat besar. Upaya seperti yang dilakukan di Masjid Agung Kalianda menjadi contoh nyata bagaimana potensi ini dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Sumber: AntaraNews