Pendeta GPdI Manado: Makna Paskah Kesederhanaan Ajak Umat Berbagi dan Teladani Yesus
Peringatan Paskah di Manado menjadi momentum refleksi iman. Pendeta GPdI Manado mengajak umat memaknai Makna Paskah Kesederhanaan dengan berbagi dan meneladani Yesus Kristus.
Peringatan Paskah dimaknai sebagai ajakan untuk hidup dalam kesederhanaan dan berbagi kasih. Pendeta Jefry Manitik dari Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Tiberias Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, menyampaikan pesan ini kepada jemaatnya. Ia menekankan bahwa Paskah bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum untuk refleksi iman yang mendalam.
Pesan utama yang disampaikan Pendeta Manitik adalah pentingnya meneladani perjalanan Yesus Kristus. Umat diajak untuk memaknai kebangkitan Yesus dengan hidup sederhana dan selalu berbagi kepada sesama yang membutuhkan. Hal ini disampaikan dalam khotbahnya pada Minggu Paskah, mendorong jemaat untuk mengaplikasikan nilai-nilai Paskah dalam kehidupan sehari-hari.
Perayaan Paskah di Manado juga diwarnai dengan berbagai kegiatan yang memperkuat pesan keagamaan. Selain khotbah, pembagian telur Paskah menjadi simbol penting yang dibagikan kepada jemaat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan kembali makna kebangkitan dan harapan yang dibawa oleh Paskah.
Paskah dan Teladan Hidup Sederhana
Pendeta Jefry Manitik mengajak jemaat untuk tidak sekadar merayakan Paskah dengan hura-hura. Ia menegaskan bahwa peringatan kebangkitan Yesus Kristus harus dimaknai dengan kesederhanaan dan kepedulian. Pesan ini berakar pada ajaran Alkitab, khususnya 1 Korintus 15 ayat 4, yang mengisahkan kebangkitan Yesus pada hari ketiga.
Menurut Manitik, kesederhanaan adalah inti dari teladan Yesus saat memberitakan Injil kepada semua orang. Dengan hidup sederhana, umat sudah meneladani perjalanan Yesus yang penuh kasih dua ribu tahun lalu. Momentum Paskah ini menjadi kesempatan berharga untuk merefleksikan iman dan menguatkan nilai-nilai spiritual.
Lebih lanjut, ia mengajak jemaat untuk menjadikan Paskah sebagai waktu untuk membangun relasi yang harmonis. Relasi damai ini mencakup hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, diri sendiri, dan lingkungan sekitar. Pesan ini menekankan pentingnya keseimbangan dalam kehidupan beriman.
Simbol Kebangkitan dan Refleksi Iman
Kebaktian Paskah di GPdI Tiberias Malalayang Manado dimeriahkan dengan pembagian telur kepada jemaat. Telur Paskah ini memiliki makna simbolis yang mendalam, melambangkan hidup baru, harapan, dan kebangkitan. Tradisi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Paskah di banyak gereja.
Tidak hanya di GPdI Tiberias, sejumlah gereja lain di Manado juga turut membagikan telur Paskah yang telah dihias warna-warni. Telur-telur ini seringkali disertai dengan ayat-ayat Alkitab, menambah makna spiritual bagi penerimanya. Tika S, salah satu jemaat Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) Malalayang, mengungkapkan kegembiraannya menerima telur tersebut usai ibadah.
Selain pembagian telur, pawai obor juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan Paskah di Manado. Pada malam sebelum Paskah, pawai obor dilaksanakan mengelilingi sebagian kecamatan Malalayang. Pawai ini menjadi simbol terang dan kemenangan, memperkuat suasana sukacita dan kebersamaan umat dalam menyambut hari kebangkitan Yesus.
Paskah sebagai Pengingat Penyerahan Diri
Pendeta Jefry Manitik juga menghubungkan peringatan Paskah dengan peristiwa alam yang baru terjadi di Sulawesi Utara. Ia mengingatkan jemaat akan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang melanda Sulut pada Kamis (2/4) lalu. Peristiwa ini, menurutnya, menjadi pengalaman penting bagi manusia.
Gempa bumi tersebut menjadi pengingat akan keterbatasan manusia dan pentingnya berserah diri. Manitik menegaskan bahwa dalam menghadapi berbagai tantangan hidup, manusia harus selalu berserah diri kepada Tuhan. Paskah, dengan pesan kebangkitan dan harapan, memberikan kekuatan dalam menghadapi situasi sulit.
Melalui refleksi ini, umat diajak untuk semakin memperdalam iman dan kepercayaan mereka. Kesederhanaan dalam hidup dan penyerahan diri kepada Tuhan menjadi kunci untuk menjalani kehidupan yang bermakna. Peringatan Paskah diharapkan memperkuat spiritualitas dan solidaritas antarumat beragama.
Sumber: AntaraNews