Pemkot Semarang Siap Ajukan KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional, Finalisasi Kajian Rampung
Pemerintah Kota Semarang segera mengirimkan usulan gelar pahlawan nasional untuk KH Sholeh Darat. Proses finalisasi kajian akademik dan administrasi telah rampung, membuka jalan bagi pengakuan KH Sholeh Darat Pahlawan Nasional.
Pemerintah Kota Semarang akan segera mengirimkan usulan gelar pahlawan nasional untuk KH Sholeh Darat. Proses ini melibatkan finalisasi kajian akademik dan kelengkapan administrasi sebelum diajukan ke pemerintah pusat. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyatakan kesiapan ini di Semarang, Kamis.
Pengusulan ini merupakan hasil dari upaya maksimal Pemkot Semarang, termasuk berbagai kajian ilmiah dan promosi sosok KH Sholeh Darat secara masif. Seminar nasional bertajuk "Jejak Perjuangan K.H. Sholeh Darat dalam Rangka Penguatan Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional" menjadi tahap akhir rangkaian kajian.
KH Sholeh Darat, dengan nama asli Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani, dikenal sebagai guru dari tokoh-tokoh besar seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan, dan RA Kartini. Pengakuan sebagai pahlawan nasional akan menempatkannya sebagai teladan lokal bagi generasi muda.
Proses Pengusulan dan Seminar Nasional Terakhir
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan bahwa seluruh persiapan administratif telah dijaga secara ketat. Berbagai kajian ilmiah telah dilakukan oleh tim pengkaji yang lengkap.
Seminar nasional ini diselenggarakan oleh Pemkot Semarang untuk mematangkan proses pengusulan. Tujuannya adalah memperkaya literasi publik dan memperkuat argumentasi ilmiah mengenai kiprah serta pemikiran KH Sholeh Darat.
Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan, "Ini seminar nasional terakhir dengan berbagai macam muatan. Mudah-mudahan bisa menjadi pintu masuk dalam usulan 2026." Data resmi dari Pemkot Semarang dijadwalkan akan dikirimkan pada awal Februari. Jika melewati batas waktu, pengajuan tidak dapat diterima.
Jejak dan Pengaruh KH Sholeh Darat bagi Bangsa
KH Sholeh Darat merupakan ulama kharismatik yang memiliki peran signifikan dalam sejarah perjuangan bangsa. Ia adalah guru spiritual bagi pendiri organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.
Selain itu, RA Kartini, pelopor kebangkitan perempuan Indonesia, juga merupakan murid dari KH Sholeh Darat. Pengaruhnya mencakup berbagai bidang, mulai dari pendidikan agama hingga pembaruan pemikiran.
Muhammad Ichwan, Sekretaris Komunitas Pecinta KH Sholeh Darat (Kopisoda), menilai bahwa Kota Semarang membutuhkan figur teladan lokal. "Anak-anak sekolah perlu contoh pahlawan dari kotanya sendiri. Seperti Jepara punya Kartini, Jawa Timur ada Hasyim Asy’ari, dan Yogyakarta memiliki Ahmad Dahlan," katanya.
Perjalanan Panjang Pengusulan dan Peran Komunitas
Upaya untuk mengangkat KH Sholeh Darat sebagai pahlawan nasional bukanlah hal baru. Proses ini telah berlangsung sejak lama, dengan berbagai pihak berupaya mengumpulkan bukti dan melakukan penelitian.
Sejak tahun 2012, berbagai pihak telah aktif mengumpulkan manuskrip dan peninggalan sejarah KH Sholeh Darat. Penelitian mendalam ini kemudian melahirkan komunitas Kopisoda yang berdedikasi.
Komunitas Kopisoda telah melakukan berbagai kegiatan penting, termasuk penerjemahan kitab-kitab karya KH Sholeh Darat. Mereka juga aktif dalam pencetakan ulang naskah-naskah lama serta penulisan buku-buku baru yang mengulas pemikiran ulama tersebut.
Sumber: AntaraNews