Pemkab Tambrauw Perluas Layanan Pendidikan di 12 Distrik, Tingkatkan Mutu dan Akses Merata
Pemerintah Kabupaten Tambrauw gencar memperluas layanan pendidikan di 12 distrik, termasuk wilayah 3T, sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan dan pemerataan akses bagi anak usia sekolah.
Pemerintah Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, memaknai peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 sebagai momentum penting untuk kemajuan daerah. Peristiwa ini menjadi ajang untuk memperluas layanan pendidikan bagi anak usia sekolah yang tersebar di 12 distrik. Upaya ini dilakukan secara konsisten guna meningkatkan mutu pendidikan di seluruh wilayah tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tambrauw, Karel Nauw, menyatakan bahwa sejumlah wilayah di Tambrauw masih tergolong daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kondisi geografis yang menantang ini menyebabkan akses pendidikan belum sepenuhnya merata bagi semua anak. Oleh karena itu, Pemkab Tambrauw berkomitmen penuh untuk mengatasi tantangan tersebut demi masa depan generasi penerus.
Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, pemerintah daerah terus berupaya memperluas jangkauan layanan pendidikan secara signifikan. Langkah konkretnya adalah dengan membuka sekolah baru di lokasi-lokasi yang membutuhkan. Pembukaan sekolah baru ini mencakup jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Akselerasi Akses Pendidikan di Wilayah 3T
Pembukaan sekolah baru merupakan strategi utama Pemkab Tambrauw dalam menjamin pemerataan akses pendidikan yang adil. Kebijakan ini diharapkan mampu secara signifikan meningkatkan angka harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah di seluruh distrik. Tujuannya adalah memastikan setiap anak usia enam hingga tujuh tahun memperoleh layanan pendidikan secara optimal dan berkelanjutan.
Karel Nauw menekankan bahwa tema sentral Hardiknas 2026 menjadi ajakan bagi seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi. Partisipasi aktif dalam pembangunan sektor pendidikan sangat diperlukan dari berbagai pihak. Pendidikan berkualitas bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau Dinas Pendidikan semata, melainkan tanggung jawab bersama.
Dukungan dari pendidik, orang tua, masyarakat, dan para pemangku kepentingan lainnya juga krusial dalam mewujudkan tujuan ini. Pemerintah Kabupaten Tambrauw menyadari tantangan utama pendidikan di daerahnya. Tantangan tersebut terletak pada kondisi geografis yang luas dan sulit dijangkau, yang memerlukan solusi inovatif.
Inovasi Program Sekolah Sepanjang Hari untuk Kualitas
Selain perluasan layanan pendidikan melalui pembukaan sekolah baru, Pemkab Tambrauw juga mengimplementasikan kebijakan inovatif lainnya. Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) menjadi salah satu strategi penting yang diterapkan. Program ini dirancang khusus untuk peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Program SSH dilaksanakan melalui kerja sama strategis dengan pihak Yohanes Surya, seorang ahli pendidikan terkemuka. Kerja sama ini berfokus pada pemberian pelatihan intensif kepada guru dan siswa. Pelatihan tersebut secara khusus bertujuan untuk penguatan literasi, numerasi, serta pembentukan karakter yang kuat pada peserta didik.
Melalui berbagai kebijakan dan program yang telah dicanangkan ini, Pemkab Tambrauw berharap dapat menciptakan sistem pendidikan yang benar-benar berkualitas. Tujuan akhirnya adalah mendorong partisipasi aktif seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. Hal ini demi mewujudkan generasi muda yang cerdas, memiliki karakter kuat, dan berdaya saing tinggi di masa depan.
Sumber: AntaraNews