OIKN dan Konsorsium LDE Belanda Perkuat Kolaborasi Riset Berkelanjutan di IKN Nusantara
Otorita IKN bersama konsorsium LDE Belanda dan Universitas Mulawarman memperkuat Kolaborasi Riset IKN untuk pembangunan berkelanjutan, membuka peluang studi dan magang bagi generasi muda di Nusantara.
Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui kolaborasi strategis. Mereka menggandeng konsorsium Leiden - Delft - Erasmus Universities (LDE) Belanda serta Universitas Mulawarman Samarinda. Kerja sama ini berfokus pada pengembangan riset pendidikan pembangunan berkelanjutan di Kota Nusantara.
Kolaborasi riset IKN ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang telah terjalin sebelumnya. MoU tersebut mencakup riset pengembangan perkotaan berkelanjutan dan manajemen berbasis lanskap. Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN, Myrna Asnawati Safitri, menyampaikan hal ini di Nusantara pada hari Sabtu.
Sebagai bagian dari implementasi MoU, sebuah ruang pembelajaran langsung bagi generasi muda telah diselenggarakan. Acara penting ini berlangsung di Auditorium Kantor Balai Kota OIKN, KIPP Nusantara, dua hari sebelum pernyataan tersebut. Forum ini juga menjadi ajang penjajakan kerja sama lanjutan yang lebih luas.
Memperkuat Kapasitas dan Peluang Pendidikan
Tindak lanjut dari nota kesepahaman antara OIKN dan Konsorsium LDE Belanda membuka banyak kesempatan berharga. Salah satunya adalah kehadiran sejumlah mahasiswa, terutama Master Students dari berbagai disiplin ilmu, yang ingin mengembangkan riset mengenai IKN. Ini menunjukkan daya tarik IKN sebagai objek studi yang relevan secara global.
Myrna Asnawati Safitri juga mengungkapkan bahwa OIKN sedang merancang berbagai kegiatan bersama konsorsium LDE dan pihak terkait. Kegiatan ini bertujuan agar insan OIKN dapat berpartisipasi aktif dalam pengembangan riset dan kapasitas. Inisiatif ini penting untuk memastikan pembangunan IKN didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten.
Ruang pembelajaran yang telah berjalan menjadi momentum krusial bagi pegawai OIKN, khususnya generasi muda. Mereka memiliki kesempatan untuk menyampaikan gagasan serta konsep perencanaan tata kota masa depan Nusantara. Diskusi interaktif antara pegawai OIKN dan akademisi Indonesia maupun Belanda sangat difasilitasi dalam forum ini.
Kolaborasi akademik ini secara langsung menunjukkan komitmen Otorita IKN. Mereka ingin membangun Nusantara sebagai ruang pembelajaran terbuka yang mendorong riset, inovasi, dan kepemimpinan. Hal ini krusial untuk melahirkan pemimpin masa depan dalam pembangunan kota berkelanjutan.
IKN sebagai Laboratorium Hidup Global
Prof.dr.ing. Steffen Nijhuis, Kepala Riset Department of Urbanism, Delft University of Technology, memberikan pandangan positif mengenai IKN. Mewakili konsorsium LDE Belanda, ia menilai IKN sebagai laboratorium hidup berskala global untuk pengembangan perkotaan dan lanskap berkelanjutan.
Steffen menyatakan kegembiraannya dapat melihat langsung perkembangan kota Nusantara. Ia juga berdiskusi dengan generasi muda yang terlibat dalam perencanaan, pembangunan, dan pengelolaan kota. Menurutnya, Nusantara tidak hanya menjadi laboratorium hidup bagi Indonesia, tetapi juga bagi seluruh dunia.
Perspektif ini menekankan pentingnya IKN sebagai pusat inovasi dan eksperimen dalam urbanisme berkelanjutan. Data dan pengalaman yang terkumpul dari IKN dapat menjadi referensi berharga. Ini berlaku bagi kota-kota lain di seluruh dunia yang menghadapi tantangan serupa.
Peran Generasi Muda dalam Pembangunan IKN
Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman, Irawan Wijaya Kusuma, menyoroti pentingnya forum diskusi ini. Ia melihatnya sebagai ruang pertukaran pengetahuan yang efektif. Selain itu, forum ini juga memperkuat peran generasi muda dalam mendukung pembangunan IKN.
Irawan menyampaikan bahwa diskusi dengan Deputi Myrna Asnawati Safitri selalu memberikan informasi baru dan menarik. Ia menekankan bahwa semua pihak memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi di IKN. Tanggung jawab besar ini akan beralih kepada generasi muda dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.
Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi pembekalan dan pemberdayaan generasi muda. Mereka adalah penerus estafet pembangunan yang akan melanjutkan visi IKN. Oleh karena itu, program seperti magang dan peluang studi di Belanda sangat relevan.
Melalui inisiatif Kolaborasi Riset IKN, OIKN tidak hanya membangun infrastruktur fisik. Mereka juga berinvestasi pada pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Ini memastikan keberlanjutan dan kesuksesan jangka panjang Ibu Kota Nusantara.
Sumber: AntaraNews