Pemerintah Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, telah mengambil langkah proaktif dengan membentuk tim khusus. Tim ini bertugas untuk melakukan pemugaran makam KA Rahad (Depati Tjakraningrat VIII), seorang tokoh penting yang diakui sebagai pendiri Kota Tanjungpandan, Belitung.
Wakil Bupati Belitung, Syamsir, pada Minggu (28/6) di Tanjungpandan, menegaskan bahwa makam KA Rahad akan dijadikan sebagai situs sejarah. Tujuannya agar generasi muda dapat mempelajari dan meneladani kisah perjuangan beliau.
Langkah ini merupakan wujud komitmen nyata pemerintah daerah dalam menindaklanjuti rencana revitalisasi aset sejarah. Aset ini memiliki nilai kultural tinggi dan menjadi kebanggaan mendalam bagi seluruh masyarakat Belitung.
Advertisement
Advertisement
Pemerintah daerah Belitung menunjukkan perhatian besar terhadap pelestarian warisan sejarah dan budaya lokal. Pembentukan tim pemugaran makam KA Rahad adalah bukti konkret dari komitmen tersebut. Makam ini tidak hanya dianggap sebagai peninggalan fisik, tetapi juga simbol perjuangan dan fondasi peradaban bagi masyarakat Belitung.
Melalui upaya ini, pemerintah berharap dapat menjaga nilai-nilai luhur yang terkandung dalam sejarah Depati Tjakraningrat VIII. Derasnya arus modernisasi berpotensi mengikis pengetahuan generasi muda terhadap rekam jejak para tokoh lokal. Oleh karena itu, penetapan dan penataan makam sebagai situs sejarah yang representatif menjadi sangat penting.
Wakil Bupati Syamsir menekankan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk memastikan bahwa sejarah lokal tidak terlupakan. Ini juga menjadi sarana untuk menanamkan rasa bangga akan identitas daerah kepada generasi penerus.
Advertisement
Advertisement
Dalam pelaksanaan proyek pemugaran makam, pemerintah daerah segera membentuk tim kerja yang mengedepankan prinsip kolaborasi. Tim ini melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan. Mulai dari para sejarawan, akademisi, instansi terkait, hingga pihak ahli waris dari keluarga besar Depati Tjakraningrat VIII.
Kolaborasi inklusif ini bertujuan untuk memastikan penyusunan perencanaan perbaikan dilakukan secara menyeluruh dan matang. Selain itu, penting untuk tetap menjaga keaslian (autentisitas) serta nilai-nilai sakral dari makam tokoh pejuang tersebut.
Syamsir menyatakan, “Secara keseluruhan, Insyaallah ini akan kami tindak lanjuti. Nantinya kami akan membentuk tim yang berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait untuk menyusun perencanaan perbaikan makam ini, karena makam ini merupakan salah satu kebanggaan masyarakat Belitung.” Pendekatan ini diharapkan menghasilkan pemugaran yang akurat dan dihargai oleh semua pihak.
Advertisement
Advertisement
Keberadaan makam KA Rahad yang terawat dengan baik nantinya diproyeksikan sebagai destinasi wisata sejarah dan edukasi utama di Pulau Belitung. Hal ini akan memperkaya khazanah pariwisata daerah. Selain itu, juga memberikan nilai tambah berupa pembelajaran sejarah bagi pengunjung.
Pemerintah daerah menaruh perhatian besar pada aspek edukasi generasi muda. Diharapkan nilai-nilai patriotisme, kerja keras, dan kepemimpinan KA Rahad dapat tersampaikan dengan baik. Ini akan menjadi inspirasi bagi para pemuda.
Melalui penetapan dan penataan makam sebagai situs sejarah yang representatif, diharapkan nilai-nilai patriotisme, kerja keras, dan kepemimpinan KA Rahad dapat tersampaikan. Ini akan memperkuat karakter dan identitas bangsa di tengah gempuran modernisasi.
Advertisement
Sumber: AntaraNews