Menteri Karding Ungkap Langkah Tangani WNI Ditembak di Malaysia, Korban Baru Bisa Ditemui Rabu
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia baru dibukakan akses menemui WNI oleh pemerintah Malaysia pada Rabu (29/1) lusa.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding mengatakan, Kementerian P2MI belum diizinkan menemui WNI menjadi korban penembakan di Malaysia. Karding mengatakan, pemerinah Indonesia baru bisa menemui para WNI pada Rabu (29/1) mendatang.
"Kalau kontak langsung belum boleh karena itu masih dalam pengawasan APPM (Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia)," kata Karding kepada wartawan di Malaysia, Senin (27/1).
Menurut Karding, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia baru dibukakan akses menemui WNI oleh pemerintah Malaysia pada Rabu (29/1) lusa.
"Kita baru bisa, boleh diakses itu kalau tidak salah hari Rabu, Kemenlu baru dibukakan akses," kata Karding.
Karding mengatakan, Kementerian P2MI tetap menghormati proses di Malaysia. Namun, dia mendorong agar pemerintah setempat mengusut peristiwa tersebut secara transparan.
"Kita juga minta kepada Kemenlu untuk mendorong agar penegakan hukum yang ada di sini dibuka transparansinya. Jadi terang benderang lah proses-proses ini sehingga jauh lebih baik," imbuh Karding.
Kronologi WNI Ditembak di Malaysia
Diberitakan sebelumnya, Otoritas Malaysia mengungkapkan, 5 WNI ditembak di Perairan Tanjung Rhu, Selangor, pada Jumat (24/1).
Mereka ditembak karena dituding terlebih dulu menyerang Kepala Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) yang sedang melakukan tugas patroli.
Dalam insiden itu, satu orang tewas dan 4 lainnya terluka. 3 korban luka dibawa ke rumah sakit di Serdang. Sementara 1 korban lainnya dibawa ke Rumah Sakit Klang.
Kepala Kepolisian Selangor Datuk Hussein Omar Khan mengatakan, kapal yang ditumpangi WNI itu menabrak kapal milik APMM yang sedang melakukan tugas patroli.
“Dalam insiden tersebut, anggota APMM melepaskan beberapa tembakan untuk membela diri ketika dua tersangka, yang bersenjata parang, menyerang mereka,” kata laporan Kantor Berita Bernama.