Menguji Kemampuan Ilmiah Mahasiswa: Olimpiade Farmasi Indonesia XII Libatkan 29 Kampus
Olimpiade Farmasi Indonesia (OFI) XII di Universitas Andalas akan jadi ajang bergengsi bagi mahasiswa farmasi seluruh Indonesia. Siapakah yang akan meraih piala bergilir APTFI?
Olimpiade Farmasi Indonesia (OFI) XII siap digelar di Universitas Andalas (Unand), Kota Padang, Sumatera Barat, pada 7-9 November 2025. Acara ini akan menjadi wadah strategis untuk menguji kemampuan ilmiah, etika, dan profesionalisme mahasiswa farmasi dari berbagai penjuru tanah air. Sebanyak 29 perguruan tinggi negeri dan swasta telah mendaftar untuk berpartisipasi dalam ajang bergengsi ini.
Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI), Yandi Syukri, menegaskan pentingnya acara ini. "OFI adalah salah satu etalase prestasi terbesar mahasiswa farmasi di Indonesia karena di sini standar ilmiah, etik dan profesional diuji sekaligus," kata Yandi Syukri melalui Zoom di Padang, Sabtu. Pernyataan ini menunjukkan betapa krusialnya peran Olimpiade Farmasi Indonesia dalam pengembangan kompetensi mahasiswa.
Ajang ini tidak hanya berfokus pada kompetisi individu, tetapi juga mendorong kolaborasi antar-kampus. Peserta akan ditantang untuk bekerja dalam tim lintas universitas, mencerminkan kebutuhan dunia kerja modern. Hal ini diharapkan dapat melahirkan inovasi dan solusi kefarmasian yang relevan dengan tantangan masa kini.
Olimpiade Farmasi Indonesia: Etalase Prestasi dan Kolaborasi
Olimpiade Farmasi Indonesia (OFI) XII di Universitas Andalas menjadi platform utama bagi mahasiswa farmasi untuk menunjukkan keunggulan mereka. Kompetisi ini dirancang untuk mengukur tidak hanya pengetahuan teoretis, tetapi juga aplikasi praktis dalam bidang farmasi. Partisipasi dari 29 perguruan tinggi menunjukkan antusiasme tinggi dari institusi pendidikan farmasi di Indonesia.
Salah satu nilai tambah kompetisi ini adalah konsep kolaborasi antar-kampus. Konsep ini menantang peserta dari tiga perguruan tinggi berbeda untuk bekerja sama dalam satu tim. Tiga pilar utama kompetisi kolaborasi ini meliputi pembuatan obat, pelayanan kefarmasian, dan pengelolaan kefarmasian. Pendekatan ini relevan dengan tuntutan dunia kerja yang semakin mengedepankan kemampuan bekerja lintas institusi dan multidisiplin.
Ketua Pelaksana OFI XII, Suryati, menekankan bahwa "Nilai tambah kompetisi ini adalah konsep kolaborasi antar-kampus karena dunia kerja hari ini tidak lagi menonjolkan kompetisi individual, tetapi kemampuan bekerja lintas institusi." Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya pengembangan keterampilan kolaborasi di samping keahlian individu. Olimpiade Farmasi Indonesia ini secara tidak langsung menyiapkan calon farmasis yang adaptif.
Tiga Bidang Utama dan Pengabdian Masyarakat
Penyelenggaraan Olimpiade Farmasi Indonesia XII tetap mempertahankan format kompetisi tiga bidang utama. Bidang-bidang tersebut adalah sains dan teknologi farmasi, farmasi klinis, serta farmasi sosial dan kesehatan masyarakat. Masing-masing bidang menawarkan medali, piala, dan hadiah uang tunai bagi para pemenang, memicu semangat kompetisi yang sehat di antara peserta.
Rangkaian OFI XII juga diisi dengan seminar nasional kolaborasi yang menghadirkan narasumber terkemuka. Pembicara berasal dari tiga universitas ternama, yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Indonesia (UI). Seminar ini diharapkan dapat memperkaya wawasan peserta dan dosen pendamping dengan informasi terkini di dunia kefarmasian.
Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, para dosen pendamping peserta OFI XII dijadwalkan mengikuti program pengabdian masyarakat kolaborasi nasional. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Desa Talago Sariak, Kota Pariaman, pada 8 November 2025. Inisiatif ini menunjukkan komitmen APTFI dan perguruan tinggi untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Juara umum Olimpiade Farmasi Indonesia XII akan meraih piala bergilir APTFI. Piala ini menjadi simbol prestasi tertinggi dalam bidang kefarmasian mahasiswa di tanah air. Secara umum, olimpiade farmasi ini tidak sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi ajang pertukaran ilmu dan karakter akademik antar-mahasiswa farmasi se-Indonesia.
Sumber: AntaraNews