Mengapa Doa Lintas Agama Penting? Gubernur Sumut Gelar Doa Lintas Agama Apresiasi Kondisi Kondusif Wilayah
Gubernur Sumut Bobby Nasution menggelar Doa Lintas Agama bersama masyarakat sebagai bentuk apresiasi atas kondisi wilayah yang kondusif dan aman. Apa pesan penting dari acara ini?
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, baru-baru ini memimpin sebuah acara penting yang mengumpulkan berbagai elemen masyarakat di Aula Tengku Rizal Nurdin, rumah dinas Gubernur Sumut. Acara tersebut adalah Doa Lintas Agama, sebuah inisiatif yang bertujuan untuk mengapresiasi kondisi wilayah Sumatera Utara yang tetap kondusif dan aman.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan mahasiswa, organisasi kepemudaan, hingga perwakilan pengemudi ojek daring dan buruh. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan luas terhadap upaya menjaga stabilitas dan keamanan di provinsi tersebut.
Melalui Doa Lintas Agama ini, Gubernur Bobby Nasution menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada semua pihak yang telah berkontribusi. Beliau secara khusus mengapresiasi peran serta masyarakat dalam menjaga ketertiban, terutama saat menyampaikan aspirasi tanpa tindakan anarkis atau perusakan fasilitas umum.
Apresiasi Gubernur atas Partisipasi Masyarakat
Dalam sambutannya, Gubernur Bobby Nasution menegaskan bahwa kondisi Sumatera Utara yang kondusif dan aman saat ini adalah hasil dari kerja keras serta usaha bersama seluruh elemen masyarakat. Beliau menyoroti bagaimana masyarakat Sumut, termasuk mereka yang melakukan aksi di jalan, telah menunjukkan sikap bertanggung jawab dan tidak terlibat dalam tindakan kekerasan.
“Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh tokoh lapisan masyarakat, teman buruh, ojek daring, mahasiswa, yang melakukan kegiatan aksi di jalan,” ujar Bobby. Ia menambahkan bahwa sikap non-anarkis ini merupakan “tanda cinta kita kepada Sumatera Utara,” yang patut diapresiasi.
Bobby juga menyatakan keyakinannya bahwa penanganan aspirasi di Sumut jauh lebih baik dibandingkan daerah lain, sebuah pencapaian yang diyakini sebagai buah dari kerja keras kolektif. Doa Lintas Agama ini menjadi simbol persatuan dan komitmen bersama untuk mempertahankan suasana damai tersebut.
Suara Masyarakat untuk Sumut yang Damai
Berbagai perwakilan masyarakat yang hadir dalam Doa Lintas Agama turut menyampaikan pandangan mereka mengenai pentingnya menjaga kondisi kondusif di Sumatera Utara. Willy Agus Utomo, seorang perwakilan buruh Sumut, mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan wilayah.
Menurut Willy, kerusuhan hanya akan menyusahkan rakyat kecil dan menyebabkan kenaikan harga kebutuhan pokok. Oleh karena itu, penyampaian aspirasi secara damai menjadi sangat krusial. “Karena kalau ada kerusuhan yang susah kita rakyat kecil, nanti sembako mahal dan yang merasakan adalah rakyat kecil,” tegasnya.
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sumut, Marahalim Harahap, berharap kekompakan seluruh pihak terus terjaga demi keamanan dan kenyamanan Sumut. Ia bahkan menyebut Sumut sebagai “miniatur Republik Indonesia,” yang jika aman, maka Indonesia juga akan aman. Sementara itu, Sintong Sinaga dari mahasiswa Cipayung Plus meminta gerakan mahasiswa tetap kondusif, fokus pada isu kemanusiaan, dan tidak merusak fasilitas umum.
Sultan Deli Mahmud Arya Lamantjitji Perkasa Alam Syah juga menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Sumut dan Forkopimda atas upaya menjaga situasi kondusif. Ia berharap kondisi aman ini dapat terus terjaga berkat doa dan usaha bersama seluruh pihak.
Sumber: AntaraNews