Kronologi Pria di Batam Bunuh Kekasih Sesama Jenis Pakai Kayu Berpaku Gara-Gara Dibakar Api Cemburu
Selama menjalin hubungan, tersangka sering memenuhi kebutuhan korban, termasuk membelikan sepeda motor dan melunasi utangnya beberapa kali.
Kisah cinta antara dua pria di Kota Batam berakhir dengan tragedi yang memilukan. Seorang pria berinisial MY (31) dari Tanjung Batu Kundur, Kabupaten Karimun, nekat mengakhiri hidup mantan kekasihnya, AS (22), karena terjebak dalam rasa cemburu dan sakit hati. Ironisnya, MY baru saja kembali ke Batam setelah menghabiskan waktu lama bekerja di Bali.
Pelaku kehilangan kendali saat melihat AS bersama kekasih barunya yang bernama AB. Dengan emosi yang meluap, MY langsung menyerang kedua orang tersebut menggunakan kayu berpaku.
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Anggoro Wicaksono, menjelaskan bahwa hubungan antara MY dan AS telah terjalin selama sekitar tujuh bulan. Selama masa pacaran yang dilakukan jarak jauh, tersangka bahkan sering mengirimkan uang untuk memenuhi kebutuhan korban.
"Motifnya adalah cemburu. Korban diketahui telah menjalin hubungan dengan pasangan baru sesama jenis," ungkap Anggoro dalam konferensi pers di Mapolresta Barelang, Batam, pada Rabu (11/3).
Ia menambahkan bahwa selama berpacaran, MY juga beberapa kali membantu memenuhi kebutuhan AS, mulai dari membeli sepeda motor hingga melunasi utang. Namun, hubungan mereka akhirnya berakhir, dan rasa sakit hati MY semakin membara ketika ia mengetahui bahwa AS telah memiliki kekasih baru.
Kronologi Pembunuhan
Insiden tragis ini terjadi pada Selasa, 10 Maret 2026, sekitar pukul 08.00 WIB. Tersangka, yang sudah berada di Batam, mencoba mencari tahu aktivitas korban melalui teman-temannya.
Setelah menemukan informasi mengenai keberadaan AS, MY mulai membuntuti korban. Korban sempat terlihat di sebuah minimarket, dan MY sebenarnya berniat untuk menyerangnya di sana. Namun, ia membatalkan niat tersebut karena banyaknya orang di sekitar lokasi.
"Karena banyak orang di sekitar lokasi, tersangka tidak jadi melakukan aksinya," ungkap Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono, pada Rabu, 11 Maret 2026.
MY kemudian kembali mencari keberadaan AS yang hilang dari pandangannya. Ia berhasil melacak lokasi korban menggunakan fitur berbagi lokasi yang diterimanya melalui aplikasi WhatsApp.
Lokasi tersebut mengarah ke sebuah rumah di Perumahan Family Dream, Kecamatan Nongsa. Setelah memastikan bahwa AS berada di dalam rumah itu, tersangka mengambil kayu berpaku dan sebuah batu besar sebelum memasuki rumah.
Di dalam, MY mendapati AS sedang berpelukan dengan kekasih barunya yang berinisial AB. Melihat adegan tersebut, emosinya langsung memuncak, dan ia menyerang keduanya dengan kayu berpaku. Serangan yang brutal itu tidak berhenti di situ.
Tersangka kemudian mengeluarkan pisau dapur yang telah dibawanya dan menikam AS berulang kali. Akibat dari serangan tersebut, AS tewas di tempat kejadian, sementara AB mengalami luka berat dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri.
Pelaku Ogah Menyerahkan Diri
Peristiwa tragis ini mengguncang warga Perumahan Family Dream. Dalam sebuah rekaman video yang beredar, tampak korban AB duduk di depan rumah dengan tubuhnya berlumuran darah sambil menelepon seseorang.
Di dalam rumah, tubuh AS tergeletak tak bernyawa dengan sejumlah luka parah. Warga yang menyaksikan kejadian tersebut segera melapor ke Polsek Nongsa sekitar pukul 10.45 WIB.
"Anggota langsung mendatangi lokasi, mengamankan tempat kejadian perkara dan melakukan penyelidikan," ujar Anggoro.
Setelah insiden tersebut, tersangka MY muncul di Polresta Barelang dan menyerahkan diri kepada pihak kepolisian.
"Pelaku datang sendiri ke Polres dan langsung diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut," sambung Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol M Debby Tri Andrestian.