Komisi VI DPR Panggil Pertamina Bahas Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak pada 12 Maret
Selain soal kasus korupsi, Andre menyebut, Komisi VI DPR memanggil Pertamina untuk membahas persiapan pasokan jelang Idulfitri 2025.
Komisi VI DPR RI bakal memanggil pihak pertamina, untuk meminta penjelasan mengenai kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina periode 2018-2023.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade menyebut, pemanggilan Pertamina dilakukan pada 12 Maret 2025.
"Kami nanti akan memanggil Pertamina rencananya tanggal 12 Maret ya. Menanyakan perkembangan kasus tentu," kata Andre, saat diwawancarai di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (28/2).
Selain soal kasus korupsi, Andre menyebut, Komisi VI DPR memanggil Pertamina untuk membahas persiapan pasokan jelang Idulfitri 2025.
"Kedua kita akan menanyakan kesiapan Pertamina dalam persiapan menghadapi lebaran ya. Itu yang akan kita panggil pertamina," ujar dia.
Negara Rugi Nyaris Rp1000 T di Kasus Korupsi Pertamina
Kejaksaan Agung tengah menangani kasus korupsi minyak mentah yang dilakukan Pertamina Patra Niaga. Fakta mencengangkan diungkap Jaksa Agung, ST Burhanuddin, bahwa kerugian negara dalam kasus tersebut mencapai 193,7 triliun.
Praktik rasuah ini sudah berjalan sejak 2018-2023. Artinya, jika dirata-ratakan nilai kerugiaan negara sama dengan besaran di tahun 2023, maka selama lima tahun selama lima tahun nyaris Rp1000 Triliun.
"Rp190 Triliun itu satu tahun, ini pelaksanaannya 5 tahun, dari tahun 2018-2023. Jadi silakan saja hitung berapa (kerugian negara)?" kata Jaksa Agung di Magelang.
Total ada sembilan tersangka dalam perkara ini. Terbaru, Kejagung menetapkan dua orang sebagai tersangka, yakni Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga Maya Kusmaya dan Edward Corne selaku VP Trading Operation PT Pertamina Patra Niaga.
Sementara tujuh tersangka lainnya adalah Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Riva Sihaan (RS), Sani Dinar Saifuddin (SDS) selaku Direktur Feedstock and Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional, Yoki Firnandi (YF) Direktur Utama PT Pertamina Internasional Shipping, AP (Agus Purwono) selaku VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina International.
Lalu Muhammad Kerry Andrianto Riza (MKAR) Selaku Benefecial Owner PT Navigator Khatulistiwa yang diketahui anak dari saudagar minyak Mohammad Riza Chalid alias Reza Chalid, DW (Dimas Werhaspati) selaku Komisaris PT Navigator Khatulistiwa dan Komisaris PT. Jenggala Maritim, dan GRJ (Gading Ramadhan Joedo) selaku Komisaris PT Jengga Maritim dan Direktur PT Orbit Terminal Merak.