Kesaksian Warga Mencoba Ikan Sungai Cisadane Tercemar Pestisida, Mengaku Pusing dan Kliyengan
Warga mengaku mencuci ikan hasil tangkapannya dengan air mengalir dan cuka hingga bersih sebelum dikonsumsi.
Warga Cikokol, Kota Tangerang, melaporkan mengalami pusing setelah mengonsumsi ikan yang diduga terkontaminasi di aliran Sungai Cisadane.
Ahlan, seorang pria berusia 67 tahun, menjelaskan bahwa sebelum dimakan, ikan yang ditangkapnya telah dicuci bersih menggunakan air mengalir dan cuka.
"Pusing juga saya habis makan, rasanya kaya kliyengan," ujar Ahlan.
Meskipun hanya mencicipi sedikit, Ahlan kemudian mendengar melalui berita di televisi dan media sosial mengenai larangan mengonsumsi ikan dari sungai tersebut untuk sementara waktu.
"Tapi terlanjur, warga sudah pada masak, sudah pada matang. Itu ada yang beli tangkepannya Rp25 ribu, enggak jadi dimakan," ujar Ahlan.
Sebagai penduduk yang tinggal berdekatan dengan Sungai Cisadane, Ahlan dan warga lainnya sudah terbiasa dengan fenomena ikan mabok di sungai tersebut. Mereka sering memanfaatkan ikan-ikan itu dengan cara menangkap dan menyantapnya bersama keluarga di rumah. Namun, kali ini, kondisi ikan-ikan di Sungai Cisadane tampak berbeda. Beberapa ikan terlihat mengeluarkan minyak dari badan mereka, insang ikan berbintik merah, dan yang paling mengejutkan adalah ikan sapu-sapu, yang biasanya tahan dalam berbagai kondisi, juga ditemukan mabok dan mati.
"Itu yang paling aneh, ikan sapu-sapu juga ikut mabok, mati. Ini bahan kimia apa nih? Warga mulai curiga di situ, kucing saja biasanya mau makan, ini enggak," ujar Ahlan.
Oleh karena itu, warga kini memilih untuk menghentikan aktivitas memancing atau menangkap ikan dan lebih memilih bersantai di pinggiran sungai, yang memang merupakan kegiatan yang sudah menjadi kebiasaan masyarakat setempat.
Polisi Imbau Warga Sementara Waktu Tak Mengonsumsi Ikan dari Sungai Cisadane
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol. Raden Muhammad Jauhari, melakukan inspeksi terhadap kondisi bantaran Sungai Cisadane yang terletak di Jalan Kali Pasir, Kelurahan Babakan, Kecamatan dan Kota Tangerang pada Selasa, 10 Februari 2026. Dalam kesempatan tersebut, pihak kepolisian juga menyediakan pasokan air bersih bagi warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai.
Dugaan pencemaran yang terjadi menyebabkan beberapa ikan ditemukan mati dan air sungai berubah warna menjadi putih. Kapolres, bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Dinas Kesehatan, Kapolsek Tangerang, Lurah setempat, PDAM Kota dan Kabupaten Tangerang, serta Babinsa dan Babinkamtibmas Kelurahan Babakan, mengimbau agar warga tidak mengonsumsi ikan yang berasal dari Sungai Cisadane.
"Kami ingin memastikan langsung dampak pencemaran ini terhadap lingkungan dan masyarakat. Kami juga mengimbau warga agar tidak mengonsumsi ikan-ikan yang mati karena dikhawatirkan sudah terkontaminasi zat kimia berbahaya," ujar Raden.
Selain memeriksa kondisi bantaran sungai, Kapolres juga menelusuri aliran Sungai Cisadane dengan menggunakan perahu karet dan pelampung, didampingi oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup dan unsur Kelurahan, untuk melihat langsung keadaan air di beberapa titik. Mengenai dampak pencemaran terhadap distribusi air bersih, Kapolres menyatakan bahwa saat ini situasi sudah mulai membaik.
"Distribusi air bersih memang sempat terdampak, namun saat ini sudah mulai normal kembali. PDAM Tirta Benteng juga telah melakukan pemeriksaan kualitas air dan mengoperasikan instalasi pengolahan air secara optimal," kata Raden.
Sebagai langkah pencegahan, kepolisian berkoordinasi dengan Perumda Tirta Benteng untuk menyiapkan mobil tangki air bersih yang siap digunakan membantu kebutuhan warga sekitar jika diperlukan.
Polres Metro Tangerang Kota, bersama dengan instansi terkait, akan terus melakukan pemantauan dan mengimbau masyarakat agar tetap waspada demi menjaga kesehatan dan keselamatan bersama.
Pestisida dari Gudang Terbakar Mencemari Sungai Cisadane
Kebakaran yang terjadi di gudang pestisida di kawasan Pergudangan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat di sekitarnya. Selain mencemari Kali Jalantreng, limbah pestisida juga mengalir ke Sungai Cisadane.
Perlu diketahui bahwa Sungai Cisadane merupakan sumber air baku bagi PDAM di Kota dan Kabupaten Tangerang. Akibat dari pencemaran ini, aliran air bersih untuk ratusan ribu rumah warga atau pelanggan PDAM harus dihentikan sementara. Hal ini disebabkan oleh munculnya aroma tidak sedap yang tercium di rumah-rumah warga.
"Kejadian kebakaran gudang bahan kimia di Serpong membuat air baku Sungai Cisadane tercemar limbah kimia berbahaya dengan indikasi bau menyengat, air sungai berminyak dan ikan mati mendadak, maka seluruh IPA Perumda TB kami stop operasi," ungkap Dody Efendi, Direktur Umum Perumda Tirta Benteng, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/2).
Pihak berwenang harus segera mengambil langkah untuk menangani pencemaran ini agar tidak semakin meluas dan mengancam kesehatan masyarakat. Penanganan yang cepat dan tepat sangat diperlukan untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan dari kejadian tersebut.