Kepala Berlumuran Darah, Remaja 14 Tahun Diserang Buaya saat Cari Ikan
Abdul Makmur, seorang remaja berusia 14 tahun, diserang buaya saat mencari ikan bersama teman-temannya di Desa Patilereng.
Abdul Makmur, remaja 14 tahun di Selayar ini diserang buaya. Kepalanya berlumuran darah usai digigit.
Peristiwa itu terjadi di Desa Patilereng, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Senin (6/10) malam. Saat itu, korban bersama temannya sedang mencari ikan.
Bhabinkamtibmas Desa Patilereng, Bripka Dahniar, turut serta dalam proses evakuasi korban ke RSD KH Hayyung Selayar. Ia menjelaskan bahwa serangan buaya tersebut mengakibatkan Abdul mengalami luka serius di bagian kepala.
"Korban bersama rekannya, Sulfandi (17), pergi mencari ikan setelah menunaikan salat Magrib dengan menggunakan panah. Tak lama setelah itu, buaya muncul dan langsung menggigit serta melilit tubuh korban. Beruntung, Sulfandi berhasil menyelamatkan temannya dengan menombak buaya tersebut hingga melepaskan gigitannya, lalu menarik Abdul ke tepi pantai," papar Dahniar.
Dahniar menambahkan bahwa setelah diserang, korban sempat dibawa ke kampung sebelum akhirnya dievakuasi ke rumah sakit. Saat ini, kondisi Abdul telah stabil, meskipun terdapat banyak luka gigitan di kepalanya dan ia masih tampak trauma.
"Alhamdulillah lukanya tidak terlalu parah, tetapi korban belum bisa berbicara hingga saat ini, kemungkinan besar masih dalam keadaan syok," tuturnya.
Polisi Imbau Warga Jauhi Teluk
Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Didid Imawan, menunjukkan rasa prihatin dan meminta masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar Teluk Ngapaloka untuk saat ini.
"Kami minta warga menjauhi lokasi untuk sementara, demi mencegah insiden serupa," tegas Kapolres dalam pernyataannya. Hal ini menunjukkan pentingnya keselamatan warga di kawasan tersebut.
Di sisi lain, Kepala Desa Patilereng, Saharuddin Arif, mengonfirmasi kejadian yang terjadi. Ia menjelaskan bahwa keberadaan buaya di sekitar Teluk Ngapaloka dan Pantai Punagaan sudah dikenal oleh masyarakat setempat. Beberapa nelayan dan pengunjung pantai bahkan melaporkan pernah melihat antara 3 hingga 5 ekor buaya.
"Sudah lama kami melapor ke pemerintah kabupaten dan Balai Penangkaran Hewan di Makassar, tapi belum ada tindak lanjut. Semoga kejadian ini bisa mendorong adanya langkah nyata agar kawasan pantai kembali aman," ujar Saharuddin.