Momen Mengerikan Seorang Ibu Diterkam Buaya saat Cuci Kepiting di Pinggir Sungai Agimuga Hingga Kini Hilang

Seorang ibu yang sedang mencari kepiting dilaporkan hilang setelah diterkam oleh buaya dan diseret ke dalam air Sungai Agimuga.

Tim Regional
Oleh Tim Regional - Reporter
Momen Mengerikan Seorang Ibu Diterkam Buaya saat Cuci Kepiting di Pinggir Sungai Agimuga Hingga Kini Hilang
Sedang Pasang Jaring Ikan di Sungai, Feldi Diterkam Buaya (Paxels/Pixabay)

Meriamewa (46), seorang ibu yang mencari kepiting (karaka), dilaporkan menjadi korban serangan buaya di Sungai Agimuga, Kabupaten Mimika. Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadapnya belum membuahkan hasil yang diharapkan.

Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga SAR Timika, Charles Y Batlajery, pada Kamis (26/2/2026) menjelaskan bahwa petugas jaga Kantor SAR Timika menerima laporan mengenai insiden ini pada Rabu (25/2/2026). Charles menggambarkan momen ketika ibu pencari kepiting itu diterkam buaya dan diseret ke dalam sungai.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu siang sekitar pukul 12.00 WIT, saat korban sedang mencuci kepiting dan kerang di tepi Sungai Agimuga bersama anaknya. Tiba-tiba, buaya menyerang dan menyeret korban ke dalam air.

Anak korban yang menyaksikan kejadian tersebut langsung berteriak meminta bantuan dan melaporkan insiden itu kepada warga sekitar.

"Pihak keluarga dan masyarakat setempat telah berusaha melakukan pencarian, namun hingga saat ini korban belum juga ditemukan," ungkap Charles.

Setelah menerima laporan tersebut, pihaknya segera memberangkatkan Tim SAR Gabungan yang terdiri dari rescuer SAR Timika, Polairud, dan masyarakat setempat menggunakan rigid buoyancy boat (RBB) 600 PK milik Basarnas serta perahu karet 30 PK menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian.

"Hingga saat ini tim SAR belum menemukan korban," tambah Charles.

SAR Ternate di Maluku Utara menerima laporan dari seorang warga mengenai insiden penyerangan buaya yang terjadi di pesisir Desa Gitaraja, Kota Tidore Kepulauan, pada hari Senin lalu. Hingga kini, keberadaan korban masih belum diketahui.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Ternate, Ferdinando J. Rugebret, menjelaskan bahwa peristiwa ini bermula pada Minggu (22/2) sekitar pukul 19.30 WIT. Korban yang bernama Mahmud Kasim pergi sendirian ke pesisir Pantai Gita dengan membawa alat panah ikan (jubi) dan senter untuk mencari ikan.

"Korban berangkat pada malam hari untuk mencari ikan di sekitar pesisir. Namun hingga keesokan harinya belum kembali ke rumah," ungkap Ferdinando.

Laporan mengenai hilangnya korban diterima pada hari Senin pukul 12.05 WIT dari Bapak Jufri Adam, selaku Kepala Pelabuhan (Kanpel) Dama. Menanggapi informasi tersebut, tim rescue segera dipersiapkan dan diberangkatkan menuju Lokasi Kejadian Perkara (LKP) dengan membawa peralatan SAR laut dan perlengkapan evakuasi.

Keluarga korban yang merasa khawatir juga melakukan pencarian secara mandiri di sekitar lokasi biasa korban mencari ikan. Dalam pencarian tersebut, ditemukan peralatan milik korban berupa panah ikan dan senter, serta puluhan ikan hasil tangkapan, tetapi korban tetap tidak ditemukan di lokasi. Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa korban mengalami insiden di sekitar perairan tersebut.

Warga setempat menduga bahwa korban diterkam oleh buaya, mengingat wilayah pesisir Gitaraja dikenal sebagai habitat satwa liar tersebut. Masyarakat Desa Gitaraja, bersama keluarga korban termasuk istri korban, turut dikerahkan untuk melakukan penyisiran di sekitar perairan dan tepian pantai.

Setelah pencarian mandiri tidak membuahkan hasil, keluarga akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor SAR Ternate untuk meminta bantuan dalam pencarian dan pertolongan. Dalam pelaksanaan operasi SAR, sejumlah unsur terlibat, antara lain Basarnas Ternate, BPBD Kota Tidore Kepulauan, Polsek setempat, keluarga korban, serta masyarakat Desa Gitaraja.

Tim SAR mengimbau masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir dan perairan agar meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari, mengingat potensi keberadaan satwa liar seperti buaya di sejumlah titik perairan di wilayah Oba dan sekitarnya. "Operasi pencarian akan terus dilakukan dengan memperhatikan kondisi cuaca serta keselamatan seluruh personel yang terlibat," katanya.

Rekomendasi