Kapolres Imbau Warga Waspada Serangan Buaya Bangka Barat di Permukiman

Kapolres Bangka Barat mengimbau warga untuk waspada serangan buaya Bangka Barat yang berpotensi muncul di permukiman setelah insiden gigitan di Desa Sekarbiru, sekaligus meminta koordinasi untuk penanganan satwa liar.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kapolres Imbau Warga Waspada Serangan Buaya Bangka Barat di Permukiman
Kapolres Bangka Barat mengimbau warga untuk waspada serangan buaya Bangka Barat yang berpotensi muncul di permukiman setelah insiden gigitan di Desa Sekarbiru, sekaligus meminta koordinasi untuk penanganan satwa liar. (AntaraNews)

Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha, mengeluarkan imbauan serius kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi serangan buaya. Peringatan ini disampaikan menyusul insiden gigitan buaya yang menimpa seorang warga di Desa Sekarbiru, Parittiga. Kejadian ini menegaskan ancaman nyata dari satwa liar di sekitar permukiman warga.

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Selasa sekitar pukul 03.00 WIB, menimpa Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Sekarbiru. Korban diserang buaya saat berjalan tidak jauh dari rumahnya, di dekat "kolong" atau kolam bekas tambang timah. Buaya tersebut dilaporkan sudah berada di darat sebelum menyerang korban.

Beruntung, Karmin berhasil melawan buaya menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri meskipun mengalami luka pada bagian kaki. Insiden ini menjadi pengingat penting akan bahaya yang mengintai dari keberadaan buaya di bekas area pertambangan yang kini berdekatan dengan tempat tinggal warga.

Insiden serangan buaya yang menimpa Karmin (49) terjadi secara tiba-tiba di Desa Sekarbiru, Parittiga. Korban diserang saat melintas di pinggir kolong bekas tambang timah yang kini menjadi habitat buaya. Buaya tersebut menggigit kaki korban setelah berada di darat.

Kepala Seksi Humas Polres Bangka Barat, Iptu Yos Sudarso, menjelaskan bahwa korban berhasil melawan buaya menggunakan kayu. Keberanian korban memungkinkan ia melepaskan diri dari gigitan buaya dan segera mencari pertolongan. Kejadian ini menyoroti risiko aktivitas di sekitar kolong.

Setelah insiden, Karmin segera menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta bantuan. Personel kepolisian yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut, namun segera mengevakuasi korban. Karmin kemudian dibawa ke Puskesmas Sekarbiru untuk mendapatkan perawatan medis yang diperlukan.

Saat ini, korban telah kembali ke rumah setelah mendapatkan penanganan medis. Meskipun demikian, luka pada bagian kaki korban menjadi bukti nyata dari bahaya yang ditimbulkan oleh buaya liar. Polisi menekankan pentingnya kewaspadaan tinggi bagi seluruh warga.

Polres Bangka Barat menilai bahwa insiden ini menunjukkan potensi buaya dari kolong bekas tambang masuk ke wilayah permukiman. Kondisi ini menimbulkan ancaman serius yang harus segera ditangani untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. Prioritas utama adalah keselamatan warga.

Sebagai langkah antisipasi, kepolisian telah melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar di wilayah tersebut. Pemasangan spanduk peringatan juga telah dilakukan di beberapa titik strategis. Imbauan langsung kepada masyarakat terus digencarkan untuk meningkatkan kesadaran akan serangan buaya Bangka Barat.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk berkoordinasi aktif dengan BKSDA dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Bangka Barat. Koordinasi ini bertujuan untuk menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran yang aman. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko konflik antara manusia dan buaya.

Kepala Satpolair dan para Kapolsek jajaran diinstruksikan untuk aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang. Pemantauan ini krusial, terutama di area yang berdekatan dengan permukiman warga. Laporan cepat dari masyarakat sangat diharapkan untuk penanganan lebih lanjut.

Kapolres Pradana Aditya Nugraha secara tegas mengimbau warga agar tidak beraktivitas di sekitar kolong bekas tambang, terutama pada malam hari. Waktu malam seringkali menjadi periode di mana buaya lebih aktif dan berani mendekati area daratan. Pencegahan adalah kunci utama untuk menghindari serangan buaya Bangka Barat.

Masyarakat juga diminta untuk segera melapor kepada pihak Kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya. Pelaporan yang cepat akan memungkinkan aparat bersama instansi terkait untuk segera menindaklanjuti. Keselamatan warga adalah prioritas utama.

Pihak kepolisian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar. Pemahaman akan perilaku buaya dan habitatnya sangat penting. Edukasi berkelanjutan akan membantu warga melindungi diri dan keluarga dari ancaman buaya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi