Kemenekraf Dorong 12 Gim Lokal Indonesia Bersaing di Kancah Global
Kemenekraf bersama Kemendag dan AGI kurasi 12 Gim Lokal Indonesia berkualitas global, dipamerkan di Lapakgaming Battle Arena Series 3 2026, wujud komitmen memajukan industri game nasional.
Kemenekraf telah menghadirkan dua belas gim karya pengembang lokal yang memiliki kualitas berdaya saing global. Kurasi gim ini merupakan hasil kolaborasi antara Kemenekraf, Kemendag, dan Asosiasi Game Indonesia (AGI) yang dipamerkan dalam acara Lapakgaming Battle Arena Series 3 2026 di Jakarta. Inisiatif ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pertumbuhan industri gim nasional.
Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kemenekraf, Muhammad Neil El Himam, menjelaskan bahwa gim-gim lokal ini dipamerkan dalam booth khusus bertajuk “Games from Indonesia”. Ini adalah hasil dari program inkubasi dan akselerasi yang berhasil menciptakan gim dengan daya tarik pasar global. Kehadiran gim-gim ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pengembang lokal.
Pameran ini bertujuan untuk memberikan eksposur lebih luas bagi gim lokal di tengah komunitas gamer Indonesia. Neil El Himam menekankan pentingnya dukungan komunitas untuk mengalihkan fokus dari gim luar negeri ke gim lokal yang kualitasnya terus meningkat. Langkah ini sejalan dengan arahan Menteri Kemenekraf untuk memperkuat pasar gim di dalam negeri.
Potensi dan Kualitas Gim Lokal Indonesia
Muhammad Neil El Himam menyatakan bahwa saat ini banyak studio gim Indonesia yang telah mampu menghadirkan karya dengan visual, gameplay, dan cerita yang siap bersaing dengan karya internasional. Ia menambahkan, “Ini membutuhkan kepercayaan dan juga dukungan nyata dari semua komunitas gamer Indonesia itu sendiri,” dalam sambutannya saat pembukaan Lapakgaming Battle Arena Series 3 “Beyond the Battle”. Kualitas ini merupakan buah dari program inkubasi dan akselerasi yang berkelanjutan.
Kehadiran dua belas gim lokal di satu wadah komunitas gamer Indonesia akan menciptakan eksposur yang lebih luas. Hal ini diharapkan mampu mengubah pandangan pecinta gim agar tidak hanya terpaku pada gim buatan luar negeri. Sebaliknya, mereka diharapkan semakin mengikuti perkembangan dan pembaruan gim lokal yang kualitasnya sangat meningkat.
Dukungan dari komunitas gamer menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan dan penerimaan gim lokal. Dengan adanya kepercayaan dan dukungan, pengembang gim Indonesia dapat terus berinovasi dan menghasilkan karya yang lebih baik. Ini juga akan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain penting dalam industri gim global.
Dampak Ekonomi dan Tantangan Pasar Gim Lokal
Berdasarkan data dari Google Playstore tahun 2024, gim lokal Indonesia menunjukkan dominasi yang signifikan. Dari sekitar 1 miliar unduhan gim, 820 juta di antaranya merupakan gim lokal Indonesia. Angka ini memberikan dampak ekonomi yang substansial bagi negara, diperkirakan mencapai sekitar Rp 600 triliun.
Meskipun memiliki potensi ekonomi yang besar dan karya-karya kreatif yang berdaya saing global, pengembang gim lokal masih menghadapi tantangan. Tantangan utama yang kerap dihadapi adalah akses pasar dan promosi yang efektif. Hal ini seringkali menghambat gim lokal untuk berkembang lebih jauh di pasar domestik maupun internasional.
Lapakgaming, sebagai salah satu platform penting dalam ekosistem industri gim, berperan vital dalam menjangkau masyarakat pecinta gim yang lebih luas. Neil El Himam menjelaskan, “Ekosistem industri game juga meliputi pegiat industri voucher dan pembayaran seperti Lapakgaming itu sendiri yang memiliki peran penting untuk dapat menjangkau masyarakat lebih luas. Platform ini dapat juga membantu memasarkan dan mengenalkan game dalam negeri secara bersamaan,”. Peran platform ini sangat krusial dalam memperluas pasar gim lokal.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Kemajuan Industri
Neil El Himam menekankan bahwa dunia digital telah sangat memudahkan akses untuk memasuki pasar lokal dan global. Oleh karena itu, kolaborasi lintas kementerian dan komunitas menjadi semakin penting. Sinergi ini akan mendorong pertumbuhan industri gim Indonesia secara keseluruhan.
Melalui kolaborasi antara Kemenekraf, Kemendag, dan Asosiasi Game Indonesia (AGI), diharapkan akan tercipta banyak peluang kerja sama. Kolaborasi ini tidak hanya terbatas pada pameran, tetapi juga mencakup program inkubasi, akselerasi, dan dukungan promosi berkelanjutan.
Upaya bersama ini bertujuan untuk menumbuhkan industri gim Indonesia agar semakin banyak gim lokal yang dimainkan oleh pecinta gim di negara sendiri. Hal ini juga untuk memastikan bahwa penjualan gim lokal tidak hanya besar di luar negeri, tetapi juga kuat di pasar domestik, menciptakan ekosistem yang berkelanjutan dan mandiri.
Sumber: AntaraNews