Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar mengumumkan kabar gembira mengenai perkembangan industri gim tanah air. Ia mengungkapkan bahwa gim lokal asal Indonesia telah berhasil menarik perhatian pasar global secara signifikan. Pernyataan ini disampaikan Irene saat ditemui di Jakarta pada Sabtu, 25 Oktober.
Pengakuan internasional terhadap kualitas gim karya anak bangsa ini menjadi bukti nyata potensi besar yang dimiliki Indonesia dalam sektor ekonomi kreatif. Irene Umar menekankan bahwa kualitas gim lokal semakin meningkat dan mampu bersaing di kancah global. Hal ini membuka peluang baru bagi pengembangan kekayaan intelektual (IP) lokal.
Keberhasilan ini tidak hanya terbatas pada produk gim itu sendiri, tetapi juga berpotensi merambah ke berbagai bentuk pengembangan IP lainnya. Wamenekraf Irene Umar secara aktif mendorong para pengembang untuk tidak hanya fokus pada gim, namun juga memperluas jangkauan IP ke ranah merchandise dan kolaborasi lintas sektor.
Advertisement
Advertisement
Gim Lokal Indonesia Mendunia: Kisah Sukses 'Coffee Talk'
Salah satu contoh nyata keberhasilan **Gim Lokal Indonesia** di pasar internasional adalah gim berjudul 'Coffee Talk'. Irene Umar menceritakan bahwa gim ini telah menjalin kerja sama strategis dengan Parco, sebuah kedai kopi terkenal di Shibuya, Jepang. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana IP lokal dapat berintegrasi dengan budaya populer di negara lain.
Melalui kerja sama tersebut, 'Coffee Talk' sering membuka toko pop-up di Shibuya untuk menjual kopi yang di-branding dengan IP lokal Indonesia. Irene mengutip respons positif dari masyarakat Jepang, yang terkejut dan memuji kualitas gim tersebut. "Gim Coffee Talk (asal Indonesia) itu sudah kerja sama dengan Parco (kedai kopi) di Shibuya (Jepang). Mereka sering banget buka toko di sana, Pop up store untuk menjual kopi yang dibranding-kan dengan IP lokalnya kita, dan banyak banget orang Jepang yang bilang 'that's your game that's Indonesia? Very good'. Lalu saya bilang Of course we'are good," kata Irene.
Kisah sukses 'Coffee Talk' menjadi inspirasi bagi pengembang gim lainnya di Indonesia. Ini membuktikan bahwa dengan kualitas dan strategi yang tepat, **Gim Lokal Indonesia** memiliki daya tarik yang kuat untuk menembus pasar global. Pengakuan ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam industri gim dunia.
Advertisement
Advertisement
Mengembangkan Kekayaan Intelektual (IP) Beyond Game
Wamenekraf Irene Umar secara konsisten menyerukan kepada para pengembang gim untuk tidak hanya terpaku pada pengembangan gim semata. Ia mendorong agar kekayaan intelektual (IP) yang tercipta dari gim dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi berbagai produk lain. Salah satu contoh yang disarankan adalah pengembangan merchandise.
Menurut Irene, potensi IP lokal sangat besar dan tidak boleh hanya "mentok di gim saja". Pengembangan IP ke ranah merchandise dapat menciptakan aliran pendapatan baru dan memperluas jangkauan penggemar. "Jangan hanya mentok di gim saja, bisa loh gim lokal dikembangkan jadi IP seperti merchandising," tambahnya.
Indonesia memiliki banyak **Gim Lokal Indonesia** berkualitas tinggi yang patut mendapatkan perhatian lebih dari masyarakat. Irene mengungkapkan beberapa judul gim seperti Agni, Mythical Oddysey, Loka Pala, hingga Khuga. Gim-gim ini merupakan bukti kreativitas dan inovasi anak bangsa yang siap bersaing.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi sebagai Kunci Akselerasi Ekonomi Kreatif
Untuk mendukung perkembangan IP lokal dan mengakselerasi industri gim sebagai mesin penggerak ekonomi baru, Irene Umar mengajak semua pihak untuk berkolaborasi. Pesan ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya persatuan dan gotong royong antar sektor.
Irene menegaskan bahwa ego sub-sektor harus dikesampingkan demi tercapainya tujuan bersama. "Titipan dari Pak Prabowo untuk hancurkan semua ego sub-sektor supaya kita bisa bergotong royong berkolaborasi crossover, apapun juga namanya, pokoknya kita harus bersatu menjadi satu padu," pungkas Irene. Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Kementerian Ekonomi Kreatif sendiri telah menginisiasi Program Emak-Emak Matic untuk mendukung ekosistem ini. Program ini dirancang untuk menjembatani pemilik IP dengan para ahli pemasaran lisensi IP. Melalui program ini, diharapkan IP lokal dapat berkembang secara optimal dan memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi kreatif nasional.
Advertisement
Sumber: AntaraNews