Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri menekankan pentingnya sosialisasi gim buatan anak bangsa di pasar domestik. Hal ini bertujuan agar dampak komersialisasi industri gim nasional dapat dirasakan di Indonesia sendiri.
Pernyataan tersebut disampaikan Wamendag dalam acara pembukaan Lapakgaming Battle Arena Series 3 “Beyond the Battle” di Jakarta, pada Sabtu, 24 Januari. Acara ini menjadi momentum untuk menyatukan komunitas pecinta gim dan memamerkan potensi gim lokal.
Wamendag berharap komunitas gim dapat berperan aktif menyebarluaskan informasi mengenai gim nasional secara kreatif. Langkah ini krusial untuk mengamankan pasar domestik yang memiliki potensi sangat besar.
Advertisement
Advertisement
Potensi Pasar Gim Domestik yang Belum Optimal
Indonesia merupakan negara ketiga di Asia dengan jumlah unduhan gim terbanyak, menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap hiburan digital ini. Tercatat ada 192 juta gamer di Indonesia, sekitar 43 persen dari total gamer di Asia Tenggara.
Meskipun memiliki potensi pasar yang sangat tinggi, dominasi gim asing di pasar domestik masih mencapai 99,5 persen. Kondisi ini menyebabkan pengembang gim nasional seringkali tidak merasakan dampak komersial dari karyanya.
Minimnya ruang publikasi dan sosialisasi menjadi salah satu faktor utama mengapa gim buatan Indonesia lebih diminati di luar negeri. Banyak gim lokal justru lebih banyak diunduh di negara lain dibandingkan di negara sendiri.
Advertisement
Wamendag Dyah Roro Esti Widya Putri menyoroti bahwa baru sekitar 57 persen pengguna gim di Indonesia yang berpartisipasi secara komersial. Ini berarti masih ada ruang yang sangat besar untuk monetisasi dan pengembangan pasar gim nasional.
Advertisement
Strategi Peningkatan Aksesibilitas dan Kolaborasi
Untuk membangkitkan potensi gim nasional, tidak hanya kreativitas dan kualitas produk yang menjadi kunci. Akses terhadap etalase digital, visibilitas distribusi, dan mekanisme monetisasi yang sesuai karakter konsumen Indonesia juga sangat penting.
Acara seperti Lapakgaming Battle Arena Series 3 diharapkan dapat menjadi wadah penyebarluasan gim lokal melalui koneksi antarkomunitas. Kolaborasi ini vital untuk memastikan gim nasional mendapatkan tempat di pasar domestik.
Pemerintah juga berperan penting dalam memperluas akses gim nasional ke pasar global. Kolaborasi antara pemerintah dan komunitas industri gim diperlukan untuk menciptakan ekosistem yang berkelanjutan.
Advertisement
Ekosistem industri gim yang kuat dan berkelanjutan akan memberikan dampak ekonomi positif bagi bangsa. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di Indonesia.
- Indonesia adalah negara ketiga di Asia dengan jumlah unduhan gim terbanyak.
- Terdapat 192 juta gamer di Indonesia, mencakup 43 persen dari total gamer di Asia Tenggara.
- Potensi pasar domestik gim masih didominasi oleh gim asing sebesar 99,5 persen.
- Hanya sekitar 57 persen pengguna gim di Indonesia yang berpartisipasi secara komersial.
Sumber: AntaraNews
Advertisement