Kapal Basarnas Ternate Meledak, Tiga Orang Meninggal dan Satu Wartawan Belum Ditemukan
Ketiga korban sudah dievakuasi menggunakan kapal cepat milik Ditpolairud Polda Malut.
Kapal rescue milik Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate meledak pada mesin di Pulau Woda, Kecamatan Oba Tengah pada pukul 23.40 WIT. Dalam insiden tersebut, tiga orang meninggal dunia dan seorang jurnalis belum ditemukan.
Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Kepolisian Daerah Maluku Utara, Komisaris Besar Azhari Juanda membenarkan kejadian meledaknya kapal rescue jenis Rigid Inflatabel Boat (RIB) milik KPP Ternate pada pukul 23.40 WIT. Azhari menyebut tiga personel Ditpolairud Polda Malut turut menjadi korban.
"Data untuk sementara dua anggota luka berat dan satu meninggal dunia. Mereka sebelum bertugas membantu untuk pencarian dan pertolongan," ujar Azhari kepada wartawan, Senin (3/2).
Azhari mengatakan ketiga korban sudah dievakuasi menggunakan kapal cepat milik Ditpolairud Polda Malut. Para korban dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasa Boesoirie Ternate.
"Anggota yang meningal dunia sudah dibawa ke rumah duka. Sementara dua anggota mendapatkan perawatan di rumah sakit," kata dia.
Identitas Korban
Azhari mengungkapkan identitas tiga anggota yang menjadi korban yakni Bharatu Mardi Haji, Putra Nusantara Rustam, dan Irwan Idris. Bharatu Mardi Haji merupakan korban meninggal dunia.
"Untuk kronologi kejadian saya belum tahu. Tapi nanti itu bisa ditanya ke teman-teman Basarnas," kata dia.
Satu Wartawan Hilang
Azhari mengatakan saat ini tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap satu orang yang belum ditemukan. Satu orang yang belum ditemukan merupakan jurnalis Metro TV atas nama Sahril.
"Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian satu orang kawan kita jurnalis. Mohon doanya," ucap Azhari.
Kronologi Kapal Meledak
Sementara Kepala Kepolisian Sektor Oba, Inspektur Dua Muis Ode Amran mengatakan speedboat rescue milik KPP Ternate mengangkut sebelas orang dengan tujuh di antaranya anggota KPP Ternate, tiga anggota Polairud Polda Malut dan seorang jurnalis. Speedboat ini berangkat dari Kota Ternate menuju ke Kecamatan Gane Barat Kabupaten Halmahera Selatan untuk melakukan pencarian dua orang nelayan hilang.
"Saat berada di belakang Pulau Woda, speedboat Pandudewanata milik Basarnas tersebut mengalami kecelakaan yang mana mesin meledak. Sehingga kru Basarnas (KPP Ternate) ada yang terlempar akibat ledakan. Lainnya ikut melompat ke laut, karena takut ledakan susulan," ujar Muis melalui keterangan tertulisnya.
Muis mengatakan di saat bersamaan melintas KM Cantika Lestari 10 C dan langsung membantu melakukan evakuasi terhadap korban. Saat itu, kapten KM Cantika Lestari 10 C, Andjela Michel Tanate langsung menghubungi Pelabuhan Gita guna evakuasi.
"Sekitar pukul 1.25 WIT, KM Cantika Lestari 10 C tiba di Pelabuhan Gita. Kemudian para korban luka-luka dibawa ke Puskesmas Payahe untuk mendapatkan perawatan medis," ujar Mis.
Muis menambahkan pada pukul 03.50 WIT, tiga korban meninggal dunia dievakuasi menggunakan Kapal Basarnas 237 ke Kota Ternate. Selain itu, Kapal Basarnas juga membawa bangkai speedboat yang meledak ke Kota Ternate.
"Korban meninggal dunia ada tiga orang. Satu anggota Polri bertugas di Polairud dan dua anggota Basarnas," tutur dia.
Berdasarkan data yang dihimpun merdeka.com, identitas tiga korban meninggal dunia yakni Bharatu Mardi Haji, Riski Esa, dan Fadli Malagapi. Sementara identitas lima korban luka-luka yakni Darmanto Rauf, Putra Nusantara Rustam, Rian Ali, Irwan Idris, dan Maretang.
"Korban selamat Muhammad Syahran Laturua yang merupakan Kasi Ops Basarnas Kota Ternate dan Hamja Jirun. Sementara satu orang atas nama Sahril jurnalis Metro TV sampai sekarang masih belum ditemukan," ucap Muis.