Kakorlantas Sebut Lalin Tol Cipali Lancar Usai Diterapkan One Way
Kakorlantas Polri mengonfirmasi bahwa Lalin Tol Cipali Lancar setelah penerapan rekayasa lalu lintas satu arah (one way), membantu mengurai kepadatan kendaraan dan memastikan kelancaran arus balik.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyatakan bahwa arus lalu lintas di Tol Cipali kini berjalan lancar. "Kondisi lalin yang di Cipali saat ini sudah lancar sekali karena kita buka one way sepenggal presisi tahap pertama dan tahap kedua, dan saat ini cukup terkelola dengan baik," katanya di Bekasi, Jawa Barat, pada Jumat (27/3).
Pemberlakuan one way ini berhasil mengelola kepadatan kendaraan yang sebelumnya terjadi. Langkah rekayasa lalu lintas ini diambil untuk mengatasi volume kendaraan yang tinggi. Tujuannya adalah memastikan kelancaran perjalanan bagi para pengguna jalan tol.
Rekayasa lalu lintas one way diterapkan dalam dua tahap presisi pada hari Jumat tersebut. Tahap pertama membentang dari KM 132 Tol Cipali hingga KM 70 Tol Cikampek Utama. Sementara itu, tahap kedua diberlakukan dari KM 263 Tol Pejagan sampai dengan KM 70.
Evaluasi Rekayasa Lalu Lintas One Way
Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi mendalam. Evaluasi ini bertujuan untuk menentukan kelanjutan penerapan rekayasa one way hingga esok hari. Keputusan ini akan didasarkan pada analisis data lalu lintas terkini.
Agus menambahkan, ada kemungkinan one way akan diperpanjang atau ditarik hingga KM 414. Penentuan ini bergantung pada hasil analisa traffic counting. Koordinasi erat dengan Direktur Utama Jasa Marga terus dilakukan untuk pengambilan keputusan strategis.
Langkah evaluasi ini penting untuk memastikan efektivitas rekayasa lalu lintas. Tujuannya adalah agar penanganan arus balik tetap optimal dan sesuai kebutuhan. Polri berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Penerapan Contraflow di Ruas Tol Cikampek
Selain one way, Korlantas Polri juga memberlakukan rekayasa lalu lintas contraflow di ruas Tol Cikampek. Kebijakan contraflow ini diterapkan dari KM 70 hingga KM 55. Penerapan ini dilakukan karena adanya peningkatan signifikan pada arus lalu lintas.
Irjen Pol. Agus Suryonugroho mengidentifikasi bahwa peningkatan arus lalu lintas biasanya terjadi pada sore hingga malam hari. Fenomena ini khususnya berasal dari kendaraan yang bergerak dari Trans Jawa menuju Jakarta. Kenaikan volume kendaraan ini memerlukan penanganan khusus.
Apabila nantinya dibutuhkan contraflow dua lajur, Kakorlantas memastikan akan berkoordinasi. Koordinasi tersebut akan dilakukan dengan pihak Jasa Marga. Hal ini untuk memastikan implementasi rekayasa lalu lintas berjalan aman dan efektif.
Sumber: AntaraNews