KAI Tutup Sementara Jalur Prupuk-Linggapura Akibat Kerusakan Jembatan
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto melakukan penutupan sementara jalur hulu di Jembatan Rel Ganda Bangunan Hikmat (BH) Nomor 1109 antara Prupuk-Linggapura, memastikan keselamatan perjalanan kereta api tetap menjadi prioritas uta
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto pada Jumat (10/4) mengambil langkah tegas dengan menutup sementara jalur hulu. Penutupan ini dilakukan pada Jembatan Rel Ganda Bangunan Hikmat (BH) Nomor 1109 yang berada di antara Prupuk dan Linggapura. Keputusan ini diambil sebagai tindakan pengamanan menyusul adanya kerusakan serius pada struktur jembatan tersebut.
Manajer Humas KAI Daop 5 Purwokerto M. As’ad Habibuddin menjelaskan bahwa kerusakan terjadi pada bagian hidraulika jembatan. Area yang terdampak meliputi drempel atau ambang dasar, pilar, serta talut, yang diakibatkan oleh tingginya debit air sungai saat hujan berintensitas tinggi melanda wilayah tersebut.
Sebagai respons cepat, KAI memberlakukan Semboyan 3 pada jalur hulu, yang mengindikasikan bahwa jalur di depan tidak aman atau berpotensi bahaya. Hal ini mengharuskan setiap kereta api untuk berhenti sebelum melintasi lokasi yang terdampak kerusakan, demi menjamin keselamatan penumpang dan operasional.
Detail Kerusakan dan Pengalihan Arus Kereta
Kerusakan pada Jembatan Rel Ganda BH Nomor 1109 ini cukup signifikan, terutama pada komponen hidraulika yang vital bagi stabilitas jembatan. Bagian drempel, pilar, dan talut jembatan mengalami dampak langsung dari terjangan air sungai yang meluap. Kondisi ini membuat jalur hulu tidak layak untuk dilintasi kereta api secara normal.
M. As’ad Habibuddin menegaskan, “Saat ini kami memberlakukan Semboyan 3 pada jalur hulu, yang berarti jalur di depan tidak aman atau terdapat potensi bahaya sehingga kereta api wajib berhenti sebelum melintasi lokasi.” Pemberlakuan semboyan ini adalah prosedur standar untuk mengantisipasi risiko kecelakaan akibat kondisi prasarana yang tidak optimal.
Untuk sementara waktu, perjalanan kereta api dialihkan dan dilakukan secara bergantian melalui jalur hilir. Jalur hilir ini masih dapat dilintasi tanpa pembatasan kecepatan, memungkinkan operasional kereta api tetap berjalan meskipun dengan penyesuaian. Perjalanan hanya dapat dilanjutkan setelah dipastikan aman dengan kewaspadaan tinggi sesuai arahan petugas di lapangan.
Upaya Penanganan dan Prioritas Keselamatan Penumpang
KAI Daop 5 Purwokerto telah memulai upaya penanganan kerusakan jembatan dengan serius. Pekerjaan proteksi menggunakan steel sheet pile atau turap baja sedang dilaksanakan secara bertahap. Proses ini disesuaikan dengan kondisi di lapangan, terutama saat debit air sungai surut, untuk memastikan efektivitas penanganan.
Selain perbaikan fisik, KAI juga melakukan pemantauan intensif di lokasi kerusakan. Petugas disiagakan penuh guna memastikan seluruh proses penanganan berjalan optimal dan meminimalisir risiko lebih lanjut. Langkah-langkah ini diambil untuk mempercepat pemulihan kondisi jembatan agar dapat beroperasi normal kembali.
As’ad Habibuddin menyatakan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, termasuk potensi keterlambatan perjalanan kereta api. “Namun demikian, keselamatan perjalanan kereta api dan pelanggan tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya. Pemberlakuan Semboyan 3 bersifat sementara dan akan dicabut setelah kondisi dinyatakan aman, termasuk setelah cuaca membaik dan debit air kembali normal.
Sumber: AntaraNews