Innalilahi Wainnailahi Rojiun, Pencipta Lagu Darah Juang Meninggal Dunia
John Tobing menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM pada Rabu (25/2) pukul 20.45 Wib.
Johnsony Maharsak Lumban Tobing atau biasa disapa John Tobing meninggal dunia, Rabu (25/2). Nama John Tobing dikenal sebagai pencipta lagu legendaris bagi aktivis yaitu Darah Juang.
John Tobing menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM pada Rabu (25/2) pukul 20.45 Wib. John Tobing masuk ke RSA UGM pada Rabu (25/2) subuh.
Sejak Desember 2025, John Tobing harus menjalani perawatan panjang usai mengalami stroke.
Meninggalnya John Tobing ini dikonfirmasi oleh temannya yakni Joko Utomo. Joko membenarkan kabar duka meninggalnya John Tobing.
"Meninggal di RSA UGM. Masuk ke RSA subuh tadi. Meninggal pukul 20.45 Wib di RSA UGM," kata Joko pada wartawan, Rabu (25/2) malam.
Rencananya jenazah John Tobing akan disemayamkan di Rumah Duka RS Bethesda Yogyakarta. Nantinya jenazah akan dimakamkan di Prambanan, Kabupaten Sleman pada Sabtu (28/2).
Tak Asing di Kalangan Aktivis
Bagi kalangan aktivis, nama John Tobing bukanlah nama yang asing. Nama John Tobing melegenda karena lagu Darah Juang yang kerap dinyanyikan oleh para aktivis saat berdemonstrasi.
Dibuat di Rumah Kontrakan
Lagu Darah Juang ini dibuat John Tobing ditahun 1991 hingga 1992 di sebuah kontrakan di daerah Gejayan. Alumnus Filsafat UGM angkatan 1986 ini membuat lagu Darah Juang bersama Dadang Juliantara yang merupakan aktivis lulusan FMIPA UGM.
Lagu Darah Juang ini menjadi hymne wajib yang dinyanyikan aktivis saat aksi demonstrasi menuntut Reformasi ditahun 1998. Hingga saat ini lagu Darah Juang masih kerap dinyanyikan saat ada demonstrasi.