Heboh Unggahan Biaya Masuk Akpol di Medsos, Ternyata Ini Pengunggahnya, Langsung Diciduk Polisi
Usai diunggah, narasi tersebut ternyata viral dan menyudutkan institusi Polri.
Viral unggahan di media sosial soal biaya pendidikan Akademi Polisi (Akpol). Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menegaskan bahwa unggahan biaya pendidikan Akpol tersebut adalah tidak benar atau hoaks.
"Kami ingin menyampaikan tentang dugaan tindak pidana penyebaran berita bohong atau hoaks soal besaran biaya pendidikan Akpol 2025," ujar Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulsel Ajun Komisaris Besar Yerlin Tending Kate di Mapolda Sulsel, Selasa (21/1).
Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, ternyata pengunggah narasi tersebut adalah PT DTI atau ASN Institute. ASN Institute merupakan lembaga bimbingan belajar.
"Kronologi kasusnya ini berawal pada awal bulan Januari, saat saudara AF melakukan meeting bersama saudara TM yaitu selaku Direktur PT DTI atau ASN Institute. Dengan tujuan untuk menentukan, menarik peserta agar bergabung di bimbingan belajar ASN Institute," bebernya.
Dari hasil rapat tersebut, AF melihat iklan penerimaan Akpol. Sehingga AF menyarankan agar membuat artikel iklan yang berkaitan dengan penerimaan Akpol.
"Kemudian saudara AF mencari keyword pada website Ubersuggest terkait pencarian paling banyak dicari atau diakses dan menemukan keyword biaya pendidikan Akpol. Nah, oleh karena itu, dari artikel tersebut, pada hari Jumat tanggal 17 2025, pukul 14.00 Wita, saudara AF mereposting artikel ASN Institute dengan judul artikel, nominal biaya pendidikan Akpol 2025 yang wajib kamu ketahui," ungkapnya.
Usai diunggah, narasi tersebut ternyata viral dan menyudutkan institusi Polri. Subdit V Ditreskrimsus Polda Sulsel pun turun melakukan penyelidikan. Dari penyelidikan tersebut terungkaplah pengunggahnya yakni ASN Intitute.
"Polda Sulsel kemudian menindaklanjuti, laporan tersebut dengan melakukan analisa serta pengumpulan bahan keterangan. Sehingga menemukan indikasi bahwa pelaku berada di wilayah kota Makassar, Provinsi Sulsel," kata dia.
Menarik Perhatian Calon Peserta Bimbel
Yerlin menambahkan ASN Institute mengunggah narasi biaya pendidikan Akpol 2025 untuk menarik peserta bimbingan belajar.
"Motifnya untuk menarik peserta (yang ingin lulus Akpol) agar dapat bergabung dan mengikuti program pada bimbingan belajar di ASN Institute," kata dia.
Yerlin menambahkan setidaknya ada lima barang bukti yakni handphone yang digunakan untuk mengunggah postingan tersebut.
"Pasal yang diterapkan, yaitu pada pasal 45A, ayat 1 dan 2 Junto. Pasal 28, ayat 1 dan 2 undang-undang Republik Indonesia tahun 2024 tentang perubahan kedua atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan posisi kasus pada tahap ini adalah tahap penyelidikan," ucapnya.
Sementara Kasubbagselek Bagdalpers Biro SDM Polda Sulsel Komisaris I Made Suarma menegaskan dalam proses seleksi Akpol tidak ada dipungut biaya alias gratis. Made menyebut seleksi Akpol di Polda Sulsel tahun 2025 akan transparan dan akuntabel.
"Jadi mungkin bisa sampaikan kepada masyarakat bahwasanya untuk proses seleksi Akpol tahun 2025 adalah gratis. Kami dari Biro SDM menyampaikan bahwasanya proses seleksi ini prinsipnya adalah BETAH yakni bersih, transparan, akuntanbel, dan Humanis," pungkasnya.