Harga Cabai Jelang Lebaran Naik, Menko Zulhas Colek Kepala Daerah Segera Gelar Bazar
Salah satu komoditas yang kini menjadi sorotan utama pemerintah adalah cabai, yang harganya terpantau mulai merangkak naik di sejumlah wilayah Indonesia.
Menteri Koordinator (Menko) Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memberikan atensi khusus terhadap ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan menjelang perayaan Idulfitri 1447 H.
Salah satu komoditas yang kini menjadi sorotan utama pemerintah adalah cabai, yang harganya terpantau mulai merangkak naik di sejumlah wilayah Indonesia.
Zulhas mengaku telah menginstruksikan seluruh jajaran pimpinan daerah untuk terjun langsung ke lapangan guna menekan lonjakan harga.
Langkah konkret yang diminta pemerintah pusat adalah penyediaan pangan murah melalui mekanisme pasar yang menyentuh masyarakat lapis bawah secara langsung.
"Saya mengurusi pangan, bagaimana lebaran itu ketersediaan, terus harga terjangkau. Nah untuk yang naik itu diminta, saya juga sudah minta keliling Indonesia, saya ke daerah-aerah, bupati, wali kota untuk juga bazar satu, atau operasi pasar," kata Zulhas kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3).
Stabilkan Harga Pangan
Pemerintah juga memberikan kelonggaran bagi pemerintah daerah untuk menggunakan instrumen fiskal darurat demi menstabilkan harga pangan. Penggunaan dana cadangan tersebut dinilai menjadi solusi cepat bagi daerah yang mengalami fluktuasi harga yang tidak wajar.
"Nah yang keduanya tuh bisa mengambil dari dana DTT kan, ya untuk memberikan subsidi," ujarnya.
Kenaikan harga cabai saat ini diidentifikasi bukan karena masalah distribusi semata, melainkan faktor cuaca yang mengganggu produktivitas petani. Meski demikian, Zulhas sempat menyinggung pandangan jenaka dari tokoh nasional terkait kenaikan harga tersebut bagi kesejahteraan petani.
"Alhamdulillah cabe yang mahal karena musim hujan. Tapi Pak JK semalam protes kalau cabe mahal biar aja katanya petani cabe, setahun sekali bisa beli baju baru, gitu," ungkapnya.
Istana Kepresidenan
Kehadiran Zulhas di Istana Kepresidenan hari ini juga bertujuan untuk melaporkan hasil pemantauan intensif yang dilakukannya selama beberapa waktu terakhir.
Ia menegaskan, tugasnya fokus pada pemastian rantai pasok pangan dari hulu hingga ke hilir tetap terjaga.
"Ya saya kan ditugaskan seminggu tiga hari, ngecek kelapangan petersediaan pangan, MBG, operasi desa, kampung nelayan, gitu ya," tegasnya.
Selain memantau ketersediaan bahan pokok, koordinasi lintas sektoral juga dilakukan untuk mempersiapkan musim tanam berikutnya. Hal ini dilakukan agar produksi pangan nasional tidak terganggu oleh kendala teknis di lapangan yang dapat memicu kelangkaan.
"Kemudian persiapan apa namanya, menuju produksi padi yang lebih banyak, irigasinya, pupuk, itu yang terakhir itu," pungkas jelas mantan Menteri Perdagangan tersebut.