Gubernur Gusnar Canangkan Hilirisasi Industri Ayam Gorontalo, Pastikan Kesiapan Optimal
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mematangkan persiapan pencanangan program hilirisasi industri ayam terintegrasi di Gorontalo Utara, memastikan kesiapan lintas sektor untuk keberlanjutan pasokan jagung.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menegaskan komitmennya untuk memantapkan persiapan pelaksanaan program pengembangan hilirisasi industri ayam terintegrasi di Gorontalo Utara. Program strategis ini dijadwalkan akan dicanangkan pada 19 Januari 2025 mendatang. Langkah ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi peternakan ayam di wilayah tersebut.
Didampingi oleh Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, Ketua DPRD Idrus Thomas Mopili, serta Wakil Bupati Gorontalo Utara, Gubernur Gusnar memastikan kesiapan lintas sektor. Kunjungan tim dari Jakarta juga dijadwalkan untuk meninjau lokasi di Desa Tolongio, Kecamatan Anggrek. Pemerintah daerah diminta segera menindaklanjuti kebutuhan teknis.
Lokasi seluas kurang lebih lima hektare di Desa Tolongio telah disiapkan untuk klaster industri ini. Fokus utama adalah memastikan keberlanjutan suplai bahan baku, terutama jagung, sebagai penopang utama pabrik pakan ternak. Kesiapan infrastruktur jalan dan kontur lahan juga menjadi perhatian serius.
Kesiapan Lahan dan Infrastruktur Pendukung Hilirisasi Industri Ayam
Pemerintah Provinsi Gorontalo telah menuntaskan calon lahan seluas lima hektare di Desa Tolongio, Kecamatan Anggrek, Gorontalo Utara. Lahan ini akan menjadi pusat pengembangan klaster hilirisasi industri ayam terintegrasi. Gubernur Gusnar Ismail menekankan pentingnya respons cepat pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan teknis.
Instansi teknis terkait diinstruksikan untuk memastikan kesiapan lokasi acara pencanangan. Perhatian khusus diberikan pada kontur lahan dan akses jalan menuju lokasi. Gubernur Gusnar meminta dukungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan perataan lahan jika diperlukan.
“Mohon dicek kontur lahan dan jalan masuk, terutama saat musim hujan, agar tidak menghambat kegiatan," kata Gubernur Gusnar. Hal ini menunjukkan fokus pemerintah pada kelancaran operasional dan aksesibilitas lokasi. Kesiapan infrastruktur menjadi kunci keberhasilan program ini.
Menjamin Keberlanjutan Pasokan Bahan Baku Utama
Selain kesiapan lahan, Pemerintah Provinsi Gorontalo juga memfokuskan perhatian pada keberlanjutan suplai bahan baku. Ketersediaan jagung dinilai sangat penting untuk menjamin operasional pabrik pakan ternak yang akan dibangun. Ini merupakan elemen krusial dalam rantai pasok industri ayam.
Gubernur Gusnar Ismail menegaskan komitmennya untuk memastikan ketersediaan jagung yang stabil. “Yang sementara kami siapkan adalah bagaimana menjaga suplai jagung agar stok pabrik pakan ternak tetap terjaga dan berkelanjutan,” ucap Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail.
Langkah ini menunjukkan upaya pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem industri yang mandiri dan tidak bergantung pada pasokan dari luar. Keberlanjutan pasokan jagung akan mendukung stabilitas harga dan produksi ayam di Gorontalo.
Penyesuaian Jadwal dan Koordinasi Lintas Sektor
Program pencanangan yang semula direncanakan pada 7 Januari 2026 mengalami penyesuaian jadwal. Pemerintah Provinsi Gorontalo kemudian menetapkan tanggal 19 Januari 2025 sebagai jadwal pencanangan resmi. Perubahan ini dilakukan untuk memastikan semua persiapan matang.
Koordinasi lintas sektor menjadi prioritas utama dalam persiapan ini. Kehadiran Wakil Gubernur, Ketua DPRD, Wakil Bupati, serta pimpinan OPD menunjukkan komitmen bersama. Sinergi antarlembaga diharapkan mempercepat terealisasinya program hilirisasi industri ayam.
Tim dari Jakarta dijadwalkan akan melakukan kunjungan lapangan untuk meninjau langsung kesiapan lokasi. Ini merupakan bagian dari upaya verifikasi dan dukungan dari pemerintah pusat. Kesiapan optimal diharapkan dapat dicapai sebelum tanggal pencanangan.
Sumber: AntaraNews