Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo menunjukkan komitmen kuat dalam mengembangkan sektor peternakan daerah. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD. Kesepakatan ini bertujuan untuk membangun hilirisasi industri ayam terintegrasi, yang diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi lokal.
Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, dengan dihadiri langsung oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo. Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Gorontalo Ramdan Pade, fokus utama dari kerja sama ini adalah pengembangan hilirisasi industri ayam yang terintegrasi penuh.
Program ini dirancang untuk menciptakan ekosistem peternakan yang efisien, mencakup seluruh rantai pasok mulai dari produksi hingga distribusi. Inisiatif ini diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk peternakan, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Gorontalo.
Advertisement
Advertisement
Penandatanganan MoU ini merupakan tonggak penting yang menandai kelanjutan program hilirisasi industri ayam yang sebelumnya telah dimulai di lapangan. Ramdan Pade menjelaskan bahwa kesepakatan ini menjadi dasar bagi kedua belah pihak untuk menindaklanjuti rencana besar tersebut.
Sebelumnya, kegiatan ini telah ditandai dengan groundbreaking kawasan industri ayam yang berlokasi di Desa Tolongio, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, pada Februari 2026. Ini menunjukkan bahwa Gorontalo tidak hanya berencana, tetapi juga telah memulai implementasi nyata di lapangan.
Ramdan menegaskan bahwa MoU ini adalah kesepakatan awal antara Direktur Utama ID FOOD dengan Gubernur Gorontalo. Tujuan utamanya adalah untuk menindaklanjuti hilirisasi industri ayam terintegrasi yang telah dicanangkan.
Advertisement
Advertisement
Setelah penandatanganan MoU, proses selanjutnya akan melibatkan penyusunan perjanjian kerja sama yang lebih teknis. Tahap ini krusial sebelum masuk ke fase operasional penuh. MoU ini menjadi fondasi bagi kedua pihak untuk merinci kesepakatan teknis pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Ramdan juga mengungkapkan bahwa inisiatif ini mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah pusat, khususnya Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian. Kehadiran perwakilan kementerian dalam penandatanganan tersebut menunjukkan dukungan penuh dari tingkat nasional.
Gorontalo disebut-sebut sebagai salah satu dari sedikit daerah yang lebih awal merealisasikan kesepakatan kerja sama dalam program hilirisasi ini. Hal ini menempatkan Gorontalo sebagai pelopor dalam upaya modernisasi sektor peternakan di Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Dari lima daerah yang melaksanakan program serupa, Gorontalo termasuk yang paling awal melakukan penandatanganan MoU. Ini menjadi sebuah gebrakan luar biasa yang diharapkan Gubernur dapat segera terlaksana dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Setelah MoU ini, pihak ID FOOD dijadwalkan akan kembali melakukan survei lapangan sebagai bagian dari tahapan lanjutan program. Survei ini penting untuk memastikan kesiapan teknis dan operasional di lokasi.
Pemerintah daerah sangat berharap kerja sama ini dapat segera terealisasi. Dampak nyata berupa peningkatan kesejahteraan peternak dan ketersediaan produk ayam yang efisien diharapkan dapat segera dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Gorontalo.
Advertisement
Sumber: AntaraNews