Gubernur Optimistis Produksi Jagung Gorontalo Capai 1,5 Juta Ton pada 2026
Gubernur Gorontalo menyatakan optimistis Produksi Jagung Gorontalo akan mencapai 1,5 juta ton pada 2026, didukung sinergi kuat pemerintah daerah dan Polri untuk swasembada pangan nasional.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyatakan keyakinannya bahwa daerahnya mampu mencapai target produksi jagung sebesar 1,5 juta ton pada tahun 2026. Optimisme ini didasari oleh sinergi kuat dalam memperluas areal dan aktivitas penanaman jagung di kantong-kantong produksi yang ada.
Pemerintah Provinsi Gorontalo menargetkan peningkatan signifikan ini sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional. Target ambisius ini diungkapkan melalui Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Muljady Mario.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjadi kunci utama. Hal ini terlihat dari panen raya jagung serentak yang melibatkan Polda Gorontalo dan Gubernur Gusnar Ismail, bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie.
Sinergi Pemerintah dan Polri Dorong Peningkatan Produksi
Kerja sama antara pemerintah daerah dan Polri di Gorontalo dipayungi oleh perjanjian antara Kementerian Pertanian dan Mabes Polri. Di tingkat lokal, kolaborasi ini ditindaklanjuti oleh Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo dan Polda Gorontalo.
Sinergi ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi pertanian di Gorontalo, khususnya dalam sektor jagung. Keterlibatan Polri dalam panen raya menunjukkan komitmen bersama untuk mencapai target produksi yang telah ditetapkan.
Kapolda Gorontalo Irjen Pol Widodo turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan panen raya yang dipusatkan di Desa Tunggulo Selatan, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango. Kegiatan ini menegaskan dukungan penuh terhadap sektor pertanian dan menjadi bagian dari sinergi Polri serta pemerintah daerah.
Target Ambisius dan Strategi Optimalisasi Lahan
Pada tahun 2025, Gorontalo mendapatkan target pengembangan areal tanam baru sekitar 27 ribu hektare. Area ini telah berhasil dieksekusi bersama Polda Gorontalo, menunjukkan progres yang signifikan dalam upaya peningkatan produksi.
Dari luas areal panen sekitar 259.490 hektare, produksi jagung Gorontalo saat ini berhasil mencapai 1,2 juta ton. Angka ini menjadi dasar optimisme untuk mencapai target 1,5 juta ton pada tahun 2026.
Peningkatan target produksi jagung pada tahun 2026 akan dicapai melalui optimalisasi lahan dan peningkatan intensitas tanam. Upaya ini mencakup mendorong lahan yang sebelumnya tidak tertanami akibat banjir maupun kekeringan agar kembali produktif.
Gorontalo sebagai Sentra Pemasok Jagung Nasional
Hampir 99 persen produksi jagung dari Gorontalo disuplai ke sentra pakan ternak di berbagai wilayah Indonesia. Hal ini menegaskan peran strategis Gorontalo sebagai salah satu lumbung jagung nasional yang vital.
Meskipun panen raya jagung serentak digelar, Kapolda Gorontalo Irjen Pol Widodo mengakui bahwa masa panen ideal di Gorontalo sebenarnya terjadi pada November hingga Desember. Panen tetap dilaksanakan di sekitar 10 hektare lahan, meskipun belum maksimal karena perbedaan musim panen dibandingkan daerah lain.
Kegiatan panen raya ini merupakan bagian integral dari sinergi antara Polri dan pemerintah daerah. Tujuannya adalah untuk terus mendukung dan memajukan sektor pertanian, khususnya komoditas jagung, di Gorontalo demi ketahanan pangan nasional.
Sumber: AntaraNews