Pabrik Pakan Ayam Terintegrasi Gorontalo Utara: Investasi Rp259 Miliar Dimulai Maret 2026

Gorontalo Utara bersiap menjadi pusat hilirisasi industri ternak ayam dengan pembangunan pabrik pakan terintegrasi senilai Rp259 miliar, yang ditargetkan mulai Maret 2026. Proyek Pabrik Pakan Ayam Terintegrasi Gorontalo Utara ini akan mendukung ekonomi lo

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pabrik Pakan Ayam Terintegrasi Gorontalo Utara: Investasi Rp259 Miliar Dimulai Maret 2026
Gorontalo Utara bersiap menjadi pusat hilirisasi industri ternak ayam dengan pembangunan pabrik pakan terintegrasi senilai Rp259 miliar, yang ditargetkan mulai Maret 2026. Proyek Pabrik Pakan Ayam Terintegrasi Gorontalo Utara ini akan mendukung ekonomi lo (AntaraNews)

Pembangunan pabrik pakan ayam terintegrasi di Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, akan segera direalisasikan. Proyek strategis ini ditargetkan mulai dibangun pada Maret 2026 dan merupakan bagian penting dari program hilirisasi industri ternak ayam nasional. Inisiatif ini diharapkan mampu mengoptimalkan pengelolaan jagung lokal serta mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

Pihak mitra usaha, Hendra, menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan realisasi pembangunan ini. Estimasi nilai investasi untuk pabrik pakan terintegrasi ini mencapai sekitar Rp259 miliar. Pembangunan pabrik pakan ini diperkirakan memerlukan waktu sekitar satu hingga satu setengah tahun, dengan komitmen memaksimalkan penggunaan tenaga kerja serta mitra lokal.

Lokasi pembangunan pabrik pakan utama berada di Desa Tolongio, Kecamatan Anggrek, Gorontalo Utara. Area ini juga merupakan lokasi pelaksanaan Ground Breaking Program Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi yang telah dilakukan pada Februari 2026. Keberadaan pabrik ini tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat di sekitar ekosistem yang dibangun, sejalan dengan arahan Presiden dan Menteri Pertanian.

Pembangunan pabrik pakan ayam terintegrasi di Gorontalo Utara menandai investasi signifikan dalam sektor peternakan. Dengan estimasi nilai investasi sekitar Rp259 miliar, proyek ini menunjukkan komitmen serius dari pihak mitra usaha dan pemerintah untuk mengembangkan industri hilir. Pihak mitra usaha, Danantara Indonesia melalui PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD, telah menyatakan kesiapan untuk memulai pembangunan tahap awal, meskipun masih menunggu pendanaan dari Danantara.

Desa Tolongio, Kecamatan Anggrek, telah ditetapkan sebagai lokasi utama untuk pabrik pakan. Selain itu, kawasan lain di Gorontalo Utara juga akan dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem terintegrasi ini. Desa Motilhelumo akan menjadi kawasan pullet, Desa Dambalo untuk kawasan PS layer, dan Desa Putiana akan dibangun Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) serta fasilitas cold storage. Seluruh lokasi ini dirancang untuk saling terhubung dalam satu sistem produksi peternakan ayam modern dan berkelanjutan.

Proses pembangunan pabrik pakan diperkirakan akan memakan waktu antara satu hingga satu setengah tahun. Selama periode ini, proyek akan memprioritaskan penggunaan tenaga kerja lokal dan menjalin kemitraan dengan pihak-pihak di daerah. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif langsung terhadap penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Gorontalo Utara.

Direktur Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, drh. Hendra Wibawa, menyoroti potensi besar Gorontalo sebagai daerah penghasil jagung. Dengan target produksi mencapai 1,5 juta ton pada tahun 2026, Gorontalo sangat membutuhkan dukungan industri hilir yang terintegrasi. Pabrik pakan ayam ini menjadi bagian krusial dari hilirisasi ayam terintegrasi, yang bertujuan membangun ekosistem lengkap dari hulu hingga hilir.

Ekosistem ini mencakup berbagai tahapan produksi, mulai dari penyediaan bibit ayam, produksi pakan, pengelolaan pascapanen, hingga fasilitas rumah potong hewan unggas (RPHU). Program ini juga melibatkan pengembangan final stock ayam pullet. Dengan demikian, seluruh proses produksi perunggasan akan berada dalam satu kesatuan ekosistem yang saling terhubung dan efisien.

Keberadaan pabrik pakan akan memperkuat pemanfaatan jagung lokal sebagai bahan baku utama, sehingga memberikan nilai tambah bagi petani jagung di Gorontalo. Selain itu, integrasi ini juga diharapkan mampu menopang kebutuhan pangan bagi jutaan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta berkontribusi dalam penurunan angka stunting dan kemiskinan struktural.

Program hilirisasi industri ayam terintegrasi ini tidak hanya berfokus pada aspek produksi, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi lokal. Keberadaan pabrik pakan dan ekosistem perunggasan akan membuka peluang usaha yang signifikan bagi peternak lokal, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta koperasi di Gorontalo Utara. Hasil dari industri hilirisasi ini akan dimanfaatkan oleh para pelaku usaha tersebut, sehingga sektor perunggasan di daerah dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Danantara Indonesia akan menurunkan tim penilai untuk mengevaluasi kelayakan lokasi dan prospek pengembangan lanjutan. Hasil penilaian ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti melalui kerja sama dengan BUMN pangan, pemerintah daerah, serta mitra nasional dan lokal. Sinergi ini penting untuk memastikan keberlanjutan dan dampak positif program bagi masyarakat.

Semangat utama dari program ini adalah untuk mencapai pemerataan sektor perunggasan di Indonesia. Industri perunggasan tidak lagi hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi juga dapat tumbuh dan berkembang di luar Jawa. Hal ini bertujuan untuk menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di daerah, mengurangi disparitas pembangunan, dan memperkuat ketahanan pangan nasional secara keseluruhan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi