Fakultas Peternakan UGM Perkuat Riset Global Lewat Kolaborasi dengan Maejo University Thailand
Fakultas Peternakan UGM menjalin kerja sama dengan International College Maejo University, Thailand, untuk memperkuat jejaring global serta meningkatkan kualitas riset dan publikasi ilmiah.
Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta telah mengambil langkah strategis untuk meningkatkan mutu risetnya melalui kolaborasi internasional. Institusi pendidikan terkemuka ini menjalin kerja sama dengan International College Maejo University, Thailand, sebagai bagian dari upaya memperkuat jejaring global. Kesepakatan ini diharapkan mampu mendorong inovasi serta daya saing akademik di kancah dunia.
Penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara kedua belah pihak dilakukan di Chiang Mai, Thailand, beberapa hari lalu. Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Budi Guntoro, menjelaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar formalitas. Kolaborasi tersebut akan langsung diimplementasikan melalui riset bersama yang melibatkan para dosen dan peneliti dari kedua universitas.
Inisiatif ini bertujuan untuk menghasilkan penelitian yang tidak hanya berdampak secara akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas. Fokus utama adalah pengembangan ilmu peternakan, khususnya dalam menjawab tantangan global seperti ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan. Oleh karena itu, kerja sama ini menjadi bagian penting dalam strategi internasionalisasi UGM.
Memperkuat Kualitas Riset dan Publikasi Ilmiah
Prof. Budi Guntoro menegaskan bahwa kolaborasi dengan Maejo University ini merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kualitas riset dan publikasi ilmiah. Melalui kerja sama ini, kedua institusi menargetkan peningkatan signifikan pada jumlah dan kualitas publikasi ilmiah bereputasi internasional. Ini penting untuk mengangkat nama universitas di tingkat global.
Pelaksanaan riset kolaboratif lintas negara menjadi salah satu bentuk nyata dari MoA yang telah disepakati. Penelitian bersama ini didukung oleh hibah IJRA Equity UGM, menunjukkan komitmen kuat dari Fakultas Peternakan UGM untuk mendukung inisiatif ini. Dosen dan peneliti dari kedua belah pihak akan bekerja sama dalam proyek-proyek riset inovatif.
Pertukaran pengetahuan dan keahlian antar-peneliti juga menjadi fokus utama dari kerja sama ini. Dengan adanya interaksi langsung antara para ahli dari Indonesia dan Thailand, diharapkan terjadi percepatan dalam pengembangan ilmu peternakan. Hal ini akan memperkaya perspektif dan metodologi penelitian yang digunakan.
Menjawab Tantangan Global Ketahanan Pangan
Kerja sama antara Fakultas Peternakan UGM dan Maejo University secara spesifik diarahkan untuk memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu peternakan. Prof. Budi Guntoro berharap hasil penelitian bersama ini dapat menjawab tantangan global yang mendesak, seperti isu ketahanan pangan. Pangan merupakan sektor krusial yang membutuhkan inovasi berkelanjutan.
Selain ketahanan pangan, kolaborasi ini juga berupaya mendukung pertanian berkelanjutan. Pendekatan riset yang terintegrasi diharapkan mampu menghasilkan solusi-solusi inovatif untuk praktik peternakan yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Ini sejalan dengan agenda pembangunan global untuk mencapai keberlanjutan.
MoA ini juga menjadi bagian integral dari upaya internasionalisasi perguruan tinggi. Fakultas Peternakan UGM berkomitmen untuk mendorong program riset unggulan yang tidak hanya memberikan dampak akademik, tetapi juga manfaat praktis bagi masyarakat. Dengan demikian, riset yang dilakukan memiliki relevansi tinggi dan dapat diterapkan secara langsung.
Sumber: AntaraNews