Fakta Menarik: China Perpanjang Bebas Visa Rusia Hingga 2026, Ini Alasannya!
Pemerintah China resmi memperpanjang kebijakan bebas visa bagi warga negara Rusia, berlaku hingga 2026. Kebijakan Bebas Visa China Rusia ini bertujuan mempererat hubungan bilateral. Simak detail dan tujuannya!
China telah mengambil langkah signifikan dalam mempererat hubungan bilateralnya dengan Rusia. Pemerintah Tiongkok secara resmi mengumumkan perpanjangan kebijakan bebas visa bagi warga negara Rusia pemegang paspor biasa. Keputusan ini diharapkan dapat memfasilitasi perjalanan lintas batas dan memperkuat pertukaran antarnegara.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyatakan perpanjangan ini berlaku untuk masa percobaan. Kebijakan ini akan efektif mulai 15 September 2025 hingga 14 September 2026. Pengumuman penting ini disampaikan dalam konferensi pers di Beijing pada hari Selasa.
Dengan kebijakan ini, pemegang paspor biasa dari Rusia dapat memasuki China tanpa visa untuk tinggal hingga 30 hari. Berbagai tujuan kunjungan seperti bisnis, wisata, kunjungan keluarga, pertukaran, hingga transit kini lebih mudah diakses. Ini menunjukkan komitmen China dalam memajukan kemitraan strategis komprehensif dengan Rusia.
Detail Kebijakan Bebas Visa China untuk Rusia
Kebijakan bebas visa yang diperpanjang ini memberikan kemudahan signifikan bagi warga Rusia. Mereka kini dapat menikmati kunjungan ke China tanpa perlu mengurus visa untuk durasi maksimal 30 hari. Fleksibilitas ini mencakup berbagai keperluan, mulai dari kepentingan bisnis hingga liburan pribadi, serta kunjungan keluarga atau teman.
Juru Bicara Guo Jiakun menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari upaya China memfasilitasi perjalanan. Tujuan utamanya adalah untuk mendorong pertukaran antarwarga kedua negara. Ini sejalan dengan perkembangan pesat hubungan China-Rusia yang telah terjalin erat.
Dukungan terhadap fasilitasi perjalanan lintas batas ini diharapkan memberikan kontribusi positif. Tujuannya adalah memajukan kemitraan strategis komprehensif China-Rusia dalam koordinasi untuk era baru. Beijing menyambut lebih banyak warga Rusia untuk berkunjung dan merasakan langsung pengalaman di China, memperkuat ikatan budaya dan ekonomi.
Perluasan Jaringan Bebas Visa China di Kancah Global
Kebijakan bebas visa untuk Rusia bukanlah satu-satunya inisiatif China dalam mempermudah akses. China telah membangun jaringan bebas visa yang luas dengan berbagai negara di seluruh dunia. Saat ini, China memiliki perjanjian bebas visa timbal balik dengan 25 negara, serta kebijakan bebas visa unilateral untuk 38 negara.
Selain itu, China juga menerapkan kebijakan bebas visa transit untuk 54 negara, menunjukkan komitmennya dalam membuka diri. Di kawasan Asia Tenggara, perjanjian bebas visa timbal balik sudah berlaku dengan Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura. Ini memperkuat konektivitas regional dan mendorong pariwisata.
Perluasan kebijakan bebas visa juga menyasar wilayah lain, termasuk negara-negara Teluk. Anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) seperti Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab kini menikmati fasilitas ini. Negara-negara Amerika Selatan seperti Brazil, Argentina, Chili, Peru, dan Uruguay juga termasuk dalam daftar penerima kebijakan bebas visa China.
Data terbaru dari Badan Administrasi Imigrasi Nasional China menunjukkan dampak positif dari kebijakan ini. Pada tahun 2024, jumlah orang asing yang datang ke China dengan memanfaatkan fasilitas bebas visa mencapai 20,1 juta orang. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 112,3 persen dibandingkan tahun 2023, menandakan daya tarik China yang meningkat sebagai destinasi global.
Sumber: AntaraNews