Doa Bersama Kubu Mardiono Jelang Muktamar X PPP: Murni Inisiatif, Bukan Settingan
Plt Ketua Umum (Ketum) PPP Muhammad Mardiono mengatakan, dalam kegiatan doa bersama ini tidak diikuti oleh semua kader PPP.
Menjelang pelaksanaan Muktamar X, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggelar doa bersama bertajuk "Transformasi PPP untuk Indonesia", di Hotel Boutique, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/9) malam. Kegiatan ini menjadi momentum spiritual sekaligus penguatan tekad partai dalam menghadapi agenda penting ke depan.
Plt Ketua Umum (Ketum) PPP Muhammad Mardiono mengatakan, dalam kegiatan doa bersama ini tidak diikuti oleh semua kader PPP. Mengingat, masih ada yang tengah dalam perjalanan dari luar daerah Jakarta untuk menghadiri Muktamar yang diselenggarakan mulai 27-29 September 2025.
"Bagi yang sudah hadir pada malam hari ini, ini menggelar doa bersama dan Alhamdulillah tadi doa bersama sudah kita laksanakan dan ada para ulama dan habaib yang telah hadir melaksanakan doa bersama," kata Mardiono kepada wartawan di Jakarta, Jumat (26/9) malam.
Ia menjelaskan, doa bersama yang digelar ini juga sebagai ungkapan niat spiritual dari masing-masing untuk berdoa agar penyelenggaran Muktamar besok bisa sukses, dan berjalan lancar.
"Nah selanjutnya juga sesungguhnya ini tidak disetting secara khusus karena mohon maaf saya tidak membentuk apakah itu namanya tim sukses atau apa, tidak ada, yang ada itu hanyalah saya sebagai seorang PLT Ketua Umum yang sekarang sedang mengemban tugas," jelasnya.
"Saya punya tugas untuk melaksanakan mutamar, ini adalah tugas yang diamanatkan kepada saya karena saya sebagai PLT Ketua Umum," sambungnya.
Mardiono menegaskan, acara doa bersama ini bukan diinisiasi oleh dirinya. Melainkan kader partai berlambang Ka'bah tersebut dengan mengundangnya.
"Saya ini ke sini diundang ya saya datang kesini ini diundang, sebenarnya saya akan datang kesini untuk berjumpa ya mendiskusikan persoalan besok dengan para ketua wilayah," ujarnya.
"Tetapi ada yang kader-kader merangkak saya, yuk pak kita berdoa bersama sekaligus untuk menjawab kepada masyarakat bahwa disini tidak ada preman yang kita berkumpul di hotel ini," katanya.