Ditpolairud Polda Kepri Siagakan 35 Kapal untuk Pengamanan Nataru Kepri 2025/2026
Ditpolairud Polda Kepri menyiagakan 35 kapal patroli dan personel gabungan untuk memastikan kelancaran dan keamanan Pengamanan Nataru Kepri 2025/2026, khususnya di wilayah perairan.
Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Ditpolairud) Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Riau (Kepri) telah mengambil langkah sigap menyiagakan 35 unit dari total 37 kapal patroli miliknya. Kesiapan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran dan keamanan perayaan Natal 2025 serta Tahun Baru 2026 (Nataru) di wilayah perairan Kepri. Operasi besar ini merupakan bagian dari Operasi Lilin Seligi 2025 yang akan berlangsung selama dua minggu penuh.
Kombes Pol. Handono Subiakto, selaku Direktur Polairud Polda Kepri, menegaskan bahwa seluruh personelnya yang terlibat akan berfokus pada pengamanan di kawasan perairan strategis Kepri. Pengamanan Nataru Kepri ini mencakup berbagai titik penting yang telah dipetakan untuk menjaga stabilitas dan keselamatan masyarakat. Langkah proaktif ini diambil mengingat potensi peningkatan aktivitas di laut selama periode libur panjang.
Operasi Lilin Seligi 2025 secara resmi dimulai pada tanggal 20 Desember 2025 dan akan berakhir pada 2 Januari 2026. Sebanyak 2.000 personel gabungan dari berbagai instansi seperti TNI, Polri, pemerintah kota, Bakamla, dan organisasi masyarakat turut serta dalam upaya pengamanan menyeluruh ini. Tujuan utamanya adalah memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga serta wisatawan yang merayakan Nataru di Kepri.
Kesiapan Armada dan Personel Ditpolairud untuk Pengamanan Nataru Kepri
Ditpolairud Polda Kepri menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan perairan dengan menyiagakan sebagian besar armadanya. Sebanyak 35 kapal patroli dari total 37 unit siap beroperasi penuh selama periode Nataru. Kesiapan ini merupakan bagian integral dari strategi Pengamanan Nataru Kepri yang komprehensif.
Kapal-kapal tersebut akan disebar di berbagai titik vital di wilayah Kepulauan Riau. Sebaran ini meliputi area-area padat aktivitas seperti Kota Batam, Karimun, hingga Tanjungpinang dan Bintan. Kombes Pol. Handono Subiakto menjelaskan, "Kalau kapal yang standby totalnya itu tersebar di beberapa titik, Karimun, Batam, termasuk kapal-kapal perahu karet, sekitar 35 unit," ujarnya.
Tidak hanya kapal besar, perahu karet dan berbagai peralatan SAR juga telah disiapkan secara matang. Seluruh aset ini akan ditempatkan di lokasi-lokasi strategis, khususnya di sekitar objek wisata. Penempatan ini memastikan respons cepat terhadap segala kemungkinan insiden di laut.
Fokus Pengamanan di Kawasan Wisata dan Antisipasi Cuaca Ekstrem
Periode libur Natal dan Tahun Baru seringkali berbarengan dengan libur sekolah, menyebabkan lonjakan kunjungan ke objek wisata. Masyarakat banyak memanfaatkan momen ini untuk berlibur ke pantai dan lokasi wisata lainnya di Kepri. Oleh karena itu, Pengamanan Nataru Kepri juga menitikberatkan pada area-area rekreasi tersebut.
Personel Ditpolairud akan secara aktif berpatroli di sekitar objek wisata untuk mengedukasi dan mengimbau masyarakat. Mereka akan mengingatkan wisatawan agar senantiasa waspada selama berlibur, terutama terhadap potensi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi. Keselamatan pengunjung adalah prioritas utama dalam operasi ini.
Kombes Pol. Handono Subiakto menekankan pentingnya kewaspadaan, "Kadang-kadang masyarakat kalau sudah keasyikan sering bermain ke tengah laut. Kami hadir mengimbau dengan perahu," ujarnya. Imbauan ini bertujuan mencegah insiden yang tidak diinginkan, memastikan semua pihak menikmati liburan dengan aman.
Kolaborasi Lintas Instansi Menjamin Keamanan Pelayaran di Kepri
Aspek keamanan pelayaran menjadi perhatian serius dalam Pengamanan Nataru Kepri. Ditpolairud Polda Kepri tidak bekerja sendiri, melainkan berkoordinasi erat dengan berbagai pihak terkait. Koordinasi ini melibatkan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta pemangku kepentingan lainnya di sektor kelautan.
Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan semua regulasi pelayaran dipatuhi dan standar keselamatan terpenuhi. Selain itu, kesiapsiagaan terhadap potensi kecelakaan laut juga menjadi fokus utama. "Kami juga siaga mewaspadai kecelakaan laut, bekerja sama dengan KSOP. Apabila terjadi peristiwa personel cepat bergerak," kata Handono.
Operasi Lilin Seligi 2025 yang melibatkan 2.000 personel gabungan dari TNI, Polri, pemerintah kota, Bakamla, dan organisasi masyarakat ini menjadi bukti komitmen bersama. Sinergi antarinstansi ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan maritim yang aman dan kondusif selama perayaan Nataru di seluruh wilayah Kepulauan Riau.
Sumber: AntaraNews