Dindikbud Serang Kaji Merger SDN Pamarican 1 dan 2 Atasi Dampak Banjir Berulang
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang tengah mengkaji rencana merger SDN Pamarican 1 dan 2 sebagai solusi jangka menengah mengatasi kendala kegiatan belajar mengajar (KBM) akibat banjir yang kerap melanda wilayah tersebut. Pembaca akan p
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Banten, sedang mengkaji rencana penggabungan atau merger Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pamarican 1 dan SDN Pamarican 2. Kajian ini dilakukan sebagai solusi jangka menengah untuk mengatasi kendala kegiatan belajar mengajar (KBM) yang sering terganggu akibat banjir di wilayah tersebut.
Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri, menjelaskan bahwa kedua sekolah tersebut hampir setiap tahun terdampak banjir. Faktor lokasi geografis menjadi penyebab utama, sehingga aktivitas pendidikan terganggu secara signifikan.
Kondisi ini membuat proses pembelajaran tatap muka tidak selalu berjalan normal. Dalam beberapa kejadian sebelumnya, KBM terpaksa dialihkan ke sistem daring atau menggunakan skema pembelajaran alternatif demi keberlangsungan pendidikan siswa.
Kondisi Geografis dan Dampak Banjir Terhadap KBM
Ahmad Nuri mengungkapkan bahwa kondisi SDN Pamarican memang cukup sulit karena lokasinya berada di belakang rawa. Saat hujan dengan intensitas tinggi, genangan air biasanya lebih lama surut dan berdampak pada aktivitas KBM.
Lingkungan tersebut secara langsung mempengaruhi kelancaran proses belajar mengajar di kedua sekolah. Gangguan akibat banjir berulang ini menjadi perhatian serius bagi Dindikbud Kota Serang.
Pembelajaran tatap muka yang tidak selalu berjalan normal memaksa pihak sekolah dan dinas mencari solusi inovatif. Skema pembelajaran daring atau alternatif seringkali menjadi pilihan untuk memastikan siswa tetap mendapatkan hak pendidikan mereka.
Potensi Efektivitas Merger dan Opsi Mitigasi Lain
Berdasarkan data Dindikbud, SDN Pamarican 1 tercatat memiliki 198 siswa, sedangkan SDN Pamarican 2 memiliki 234 siswa. Dengan total siswa mencapai sekitar 400 orang, opsi penggabungan dinilai berpotensi membuat proses KBM menjadi lebih efektif dan terpusat.
Merger ini juga diharapkan dapat meminimalisasi dampak gangguan akibat banjir yang berulang setiap tahun. Ahmad Nuri menyatakan bahwa kajian ini bertujuan agar KBM bisa lebih efektif dan tidak terlalu terdampak kondisi banjir seperti sekarang.
Selain rencana penggabungan, Dindikbud Kota Serang juga menyiapkan opsi mitigasi lain, seperti relokasi sementara pembelajaran ke sekolah terdekat jika banjir kembali terjadi. Upaya normalisasi saluran air di sekitar sekolah terus dikoordinasikan, disertai rencana pembangunan infrastruktur yang telah dianggarkan melalui mekanisme lelang.
Nuri menegaskan bahwa rencana penggabungan kedua sekolah tersebut masih dalam tahap kajian internal dan belum diputuskan secara final. Hasil kajian dari Dinas Pendidikan akan disampaikan terlebih dahulu sebelum ada keputusan resmi terkait merger sekolah.
Sumber: AntaraNews