BYD Song Ultra Resmi Meluncur, Tenaganya Tembus 362 HP
BYD kembali memperluas pilihan model kendaraan listriknya dengan meluncurkan Song Ultra.
BYD kembali memperluas jajaran model listriknya dengan meluncurkan Song Ultra, sebuah SUV bertenaga baterai yang menawarkan performa tinggi dibandingkan varian lain dalam seri Song. Model ini hadir sebagai solusi bagi konsumen yang menginginkan kendaraan dengan dimensi besar dan performa agresif.
Menurut informasi yang dikutip dari Carnewschina, ukuran dimensi Song Ultra mencakup panjang 4.850 mm, lebar 1.910 mm, dan tinggi 1.670 mm, dengan jarak sumbu roda mencapai 2.840 mm. Hal ini menjadikannya lebih besar dibandingkan model hybrid dan listrik lainnya dalam seri Song. Bobot kosongnya berkisar antara 1.990 kg hingga 2.050 kg, tergantung pada konfigurasi yang dipilih.
Tenaga menjadi daya tarik utama dari Song Ultra, yang dilengkapi dengan motor listrik berkode TZ200XYAV, mampu menghasilkan daya puncak hingga 270 kW (setara 362 hp). Dengan tenaga tersebut, SUV ini dapat mencapai kecepatan maksimum 210 km/jam. Energi pada kendaraan ini disimpan dalam baterai Blade khas BYD, yang dikenal memiliki tingkat keamanan dan ketahanan yang tinggi.
Jika dibandingkan dengan model lain dalam seri ini, Song Ultra jelas menunjukkan keunggulan dalam hal tenaga. Model lain seperti Song L DM-i, Song Pro DM-i, dan Song L EV masing-masing hanya memiliki output motor listrik yang lebih rendah, yaitu 160 kW, 120 kW, dan 230 kW. Dengan demikian, posisi Song Ultra menempatkannya sebagai varian paling bertenaga di jajaran Song.
Dengan kombinasi performa tinggi, ukuran yang besar, dan fitur teknologi canggih, BYD Song Ultra diproyeksikan akan menjadi pesaing serius di segmen SUV listrik global. Hal ini sekaligus memperkuat posisi BYD sebagai salah satu pemain kunci dalam industri kendaraan listrik.
Sensor LiDAR
BYD berencana untuk melengkapi model hatchback entry-level, Seagull dan Dolphin, dengan sensor LiDAR yang akan dijual di pasar domestik China. Hal ini terungkap dari dokumen uji tipe terbaru yang dirilis oleh regulator otomotif setempat, yang menunjukkan bahwa teknologi presisi tinggi ini kini akan tersedia di segmen yang sebelumnya tidak memiliki fitur tersebut.
Menurut pengajuan yang dibuat kepada Kementerian Industri dan Teknologi Informasi (MIIT) China, kedua model tersebut akan menawarkan sensor LiDAR sebagai pilihan saat proses homologasi di dalam negeri. Disitat dari Carnewschia, regulasi tersebut juga mencakup foto yang menunjukkan sensor tersebut dipasang di atap kendaraan, yang mengindikasikan bahwa sistem bantuan mengemudi pada hatchback ini akan mengalami peningkatan yang signifikan.
Dokumen tersebut menyebutkan bahwa sensor LiDAR ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan persepsi kendaraan serta memperluas fungsi sistem bantuan mengemudi yang saat ini tersedia pada kedua hatchback tersebut. Penambahan teknologi LiDAR ini kemungkinan berkaitan dengan penerapan sistem bantuan mengemudi lanjutan, yaitu DiPilot 300, yang juga dikenal dengan nama domestik God's Eye B.