BMKG Ungkap Penyebab Gempa Teluk Tomini Akibat Subduksi Lempeng Laut Maluku
Gempa tektonik berkekuatan M4,8 mengguncang Teluk Tomini pada Jumat pagi. BMKG menjelaskan Gempa Teluk Tomini ini dipicu aktivitas subduksi Lempeng Laut Maluku.
Wilayah Teluk Tomini, Sulawesi Tengah, diguncang gempa tektonik berkekuatan M4,8 pada Jumat pagi, 30 Januari, pukul 08.15.29 WIB. Pusat gempa ini terletak di laut, sekitar 106 kilometer arah tenggara Bolaang Uki, Sulawesi Utara, pada kedalaman 29 kilometer. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Menurut Plh Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Weniza, gempa bumi dangkal ini terjadi akibat aktivitas subduksi Lempeng Laut Maluku. Analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan geser naik (oblique thrust) menjadi pemicu utama guncangan di Teluk Tomini. Masyarakat di Minahasa Tenggara merasakan getaran dengan skala intensitas II-III MMI, yang berarti getaran nyata di dalam rumah.
Hingga saat ini, BMKG belum menerima laporan mengenai dampak kerusakan signifikan yang ditimbulkan oleh Gempa Teluk Tomini. Pemantauan lebih lanjut juga belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) pasca guncangan utama. Kondisi ini memberikan ketenangan bagi warga di sekitar wilayah terdampak.
Penyebab dan Karakteristik Gempa Teluk Tomini
Gempa tektonik yang melanda Teluk Tomini pada Jumat pagi diidentifikasi sebagai gempa bumi dangkal. Plh Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Weniza, menjelaskan bahwa penyebab utamanya adalah aktivitas subduksi Lempeng Laut Maluku. Fenomena subduksi ini terjadi ketika satu lempeng tektonik bergerak menunjam ke bawah lempeng tektonik lainnya, memicu pelepasan energi yang menyebabkan gempa.
Hasil analisis mendalam terhadap mekanisme sumber gempa menunjukkan adanya pergerakan geser naik, atau oblique thrust. Mekanisme ini menggambarkan kombinasi antara pergerakan mendatar dan vertikal pada patahan bumi. Awalnya, gempa tercatat berkekuatan M5,1, namun setelah analisis lebih lanjut, BMKG memperbarui parameternya menjadi M4,8.
Episenter gempa terletak pada koordinat 0,32° LS dan 124,65° BT, tepatnya di wilayah laut. Lokasi ini berada sekitar 106 kilometer di tenggara Bolaang Uki, Sulawesi Utara. Kedalaman hiposenter gempa tercatat 29 kilometer, mengindikasikan bahwa sumber gempa relatif dekat dengan permukaan bumi.
Dampak dan Potensi Tsunami Gempa Teluk Tomini
Meskipun terjadi guncangan, dampak yang dirasakan oleh masyarakat relatif ringan. Laporan dari warga menunjukkan bahwa gempa dirasakan di wilayah Minahasa Tenggara dengan skala intensitas II-III MMI. Pada skala ini, getaran terasa nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk besar yang melintas.
Hingga saat artikel ini disusun, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau infrastruktur akibat Gempa Teluk Tomini. BMKG terus memantau situasi dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak benar. Kesigapan dalam merespons informasi bencana sangat penting untuk menghindari kepanikan.
Kabar baiknya, hasil pemodelan yang dilakukan oleh BMKG secara tegas menyatakan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Hal ini memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat pesisir di sekitar Teluk Tomini. Selain itu, monitoring BMKG juga belum menunjukkan adanya gempa bumi susulan (aftershock) yang signifikan, menandakan kondisi seismik yang relatif stabil pasca gempa utama.
Sumber: AntaraNews