BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi Sulawesi Utara hingga 7 Januari 2026
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi Gelombang Tinggi Sulawesi Utara hingga 7 Januari 2026, mengimbau warga untuk selalu waspada demi keselamatan pelayaran.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan seluruh warga, khususnya yang beraktivitas di perairan, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi di wilayah perairan Sulawesi Utara (Sulut). Peringatan dini ini berlaku mulai saat ini hingga tanggal 7 Januari 2026 mendatang. Kondisi cuaca ekstrem ini berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran di berbagai jenis kapal.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Bitung, Ricky D Aror, menegaskan bahwa peringatan dini ini dikeluarkan untuk mengantisipasi risiko yang mungkin terjadi. "BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 2,5 meter di beberapa wilayah perairan Sulawesi Utara dan sekitarnya," kata Ricky D Aror di Manado, Sabtu.
Masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan informasi cuaca maritim yang dikeluarkan oleh BMKG. Perhatian khusus harus diberikan pada tinggi gelombang dan kecepatan angin yang menjadi faktor krusial dalam menentukan keselamatan pelayaran. Informasi ini penting bagi nelayan, operator kapal, dan seluruh pihak yang bergantung pada aktivitas laut.
Detail Peringatan Gelombang Tinggi Sulawesi Utara
Peringatan gelombang tinggi yang dikeluarkan BMKG menunjukkan potensi ketinggian gelombang mencapai 2,5 meter di beberapa titik perairan Sulawesi Utara. Kondisi ini dipicu oleh pola angin dominan yang bertiup dari arah Barat hingga Utara dengan kecepatan rata-rata antara 6-15 knot. Kecepatan angin yang bervariasi ini dapat secara signifikan memengaruhi kondisi permukaan laut.
Ricky D Aror lebih lanjut menjelaskan bahwa kecepatan angin tertinggi berpeluang terjadi di perairan Nusa Utara dan Laut Maluku. Peningkatan kecepatan angin di area tersebut secara langsung dapat meningkatkan tinggi gelombang, menciptakan kondisi yang tidak stabil bagi pelayaran. Oleh karena itu, pemantauan kondisi angin menjadi sangat penting untuk keselamatan.
Beberapa wilayah yang berpotensi mengalami gelombang sedang, dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter, meliputi Laut Sulawesi, perairan Minahasa Utara, perairan Kepulauan Sangihe, perairan Kepulauan Talaud, perairan Kepulauan Sitaro, dan Laut Maluku. Warga yang beraktivitas di area-area ini diminta untuk sangat berhati-hati dan selalu mengikuti perkembangan informasi cuaca terbaru dari BMKG.
Imbauan Keselamatan Pelayaran di Perairan Sulut
BMKG memberikan imbauan spesifik bagi berbagai jenis kapal untuk memastikan keselamatan pelayaran selama periode gelombang tinggi ini. Perahu nelayan disarankan untuk sangat memperhatikan kecepatan angin yang melebihi 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter. Kondisi ini dapat menyulitkan manuver dan meningkatkan risiko kecelakaan di laut.
Untuk kapal tongkang, batas kewaspadaan ditetapkan pada kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter. Kapal jenis ini, meskipun lebih besar, tetap rentan terhadap gelombang tinggi dan angin kencang. Pengambilan keputusan untuk berlayar harus didasarkan pada pertimbangan matang terhadap kondisi cuaca.
Sementara itu, kapal feri diimbau untuk mewaspadai kecepatan angin yang mencapai lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter. Operator kapal feri memiliki tanggung jawab besar terhadap penumpang dan harus memprioritaskan keselamatan di atas segalanya. Penundaan atau pembatalan jadwal pelayaran mungkin diperlukan jika kondisi cuaca tidak memungkinkan.
Sumber: AntaraNews