BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob NTB hingga 4 Maret, Warga Pesisir Diminta Waspada
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi Banjir Rob NTB di wilayah pesisir Lombok dan Sumbawa hingga 4 Maret, dipicu pasang maksimum dan fenomena bulan purnama. Warga diimbau waspada.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob yang akan melanda wilayah pesisir Lombok dan Sumbawa di Nusa Tenggara Barat (NTB). Peringatan ini berlaku mulai hari ini hingga tanggal 4 Maret mendatang, mengindikasikan adanya ancaman genangan air laut ke daratan.
Fenomena banjir rob ini dipicu oleh pasang air laut maksimum yang diperkirakan mencapai 1,8 meter, seiring dengan fase bulan purnama yang memperkuat gravitasi bulan terhadap bumi. Kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak signifikan bagi masyarakat yang bermukim di daerah pesisir.
Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir, bantaran sungai, dan daerah rendah untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Langkah antisipasi dini sangat diperlukan guna meminimalkan risiko kerugian yang mungkin timbul akibat banjir rob, terutama saat pasang laut maksimum di malam hari.
Penyebab dan Durasi Peringatan Banjir Rob
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG NTB, Satria Topan Primadi, menjelaskan bahwa banjir rob disebabkan oleh pasang air laut maksimum yang mencapai 1,8 meter. Kondisi ini diperkuat oleh fase bulan purnama yang secara signifikan meningkatkan gaya gravitasi bulan terhadap bumi, menarik massa air laut lebih tinggi dari biasanya.
Pasang maksimum diperkirakan terjadi pada pukul 20.00 hingga 00.00 WITA di Lembar, sementara di Sape pasang maksimum akan berlangsung mulai pukul 20.00 hingga 01.00 WITA. Selain itu, tinggi gelombang laut di wilayah tersebut diperkirakan berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter, dengan kecepatan angin 5 sampai 25 knot yang bertiup dari arah barat daya hingga barat laut.
Fase purnama total ini, yang dijuluki Worm Moon, berkontribusi langsung terhadap pasang laut tertinggi, sehingga meningkatkan risiko genangan air laut ke daratan pesisir. Peringatan dini ini dikeluarkan untuk memberikan waktu bagi masyarakat agar dapat mempersiapkan diri menghadapi potensi dampak yang mungkin terjadi.
Daftar Wilayah Pesisir Terdampak di Lombok dan Sumbawa
BMKG telah mengidentifikasi beberapa wilayah pesisir di Pulau Lombok yang berpotensi terdampak banjir rob. Area-area tersebut meliputi Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, dan Labuan Lombok. Masyarakat di lokasi ini diharapkan untuk sangat waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.
Sementara itu, di Pulau Sumbawa, kawasan yang masuk dalam kategori rawan rob mencakup Palibelo, Woha, Bolo, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu’u, dan Asakota. Potensi dampak banjir rob di wilayah-wilayah ini memerlukan perhatian serius dari penduduk setempat dan pemerintah daerah.
Peningkatan kewaspadaan di seluruh wilayah pesisir yang disebutkan sangat krusial mengingat sifat fenomena rob yang dapat menyebabkan genangan air dan mengganggu aktivitas sehari-hari. BMKG terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan gelombang laut secara berkala.
Imbauan BMKG dan Fenomena Astronomi Lainnya
Satria Topan Primadi dari BMKG NTB menegaskan pentingnya kewaspadaan bagi masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir, bantaran sungai, dan daerah rendah. Ia mengimbau agar masyarakat terus memantau informasi cuaca dan gelombang terkini yang dikeluarkan oleh BMKG.
Selain itu, Satria juga menekankan pentingnya segera melakukan langkah antisipasi untuk meminimalkan risiko kerugian akibat rob. Kesiapsiagaan ini mencakup persiapan evakuasi, pengamanan barang berharga, dan koordinasi dengan pihak terkait jika diperlukan.
Fenomena bulan purnama yang terjadi pada 3 Maret 2026 ini juga bertepatan dengan gerhana bulan total. Gerhana penumbra akan dimulai pukul 16.42 WITA, diikuti gerhana total pukul 19.03 WITA, dan gerhana penumbra berakhir pada pukul 22.24 WITA. Gerhana bulan total ini akan berlangsung selama 59 menit 27 detik dan merupakan anggota ke-27 dari 71 anggota pada seri Saros 133.
Sumber: AntaraNews