Banjir Rendam Sejumlah Perumahan di Bekasi, Air Setinggi Ring Basket
Berdasarkan foto dikirimkan warga yang tinggal di Vila Nusa Indah, banjir menggenang hingga setinggi ring basket.
Sejumlah perumahan di wilayah Bekasi Kota terendam banjir. Peristiwa ini terjadi akibat tingginya curah hujan yang merata pada dini hari ini, Selasa (4/3).
Berdasarkan laporan sejumlah warga, kompleks hunian yang terdampak banjir seperti di Perumahan Duta Indah. Banjir merendam pemukiman wilayah belakang kompleks.
"Yang terdampak di bagian belakang, wilayah depan aman," kata warga bernama Pri melalui pesan singkat, Selasa (4/3).
Di pemukiman lain, tepatnya di Perumahan Bumi Nasio juga dilaporkan ada genangan banjir. Salah satu warga setempat bernama Evi menyampaikan kondisi pagi ini hanya ada genangan di depan rumah.
"Rumah saya aman, depan rumah cuma ada airnya," jelas Evi.
Tinggi Banjir di Vila Nusa Indah Setinggi Ring Basket
Beberapa titik di wilayah Bekasi juga terendam banjir seperti di Perumahan Kemang Pratama, Vila Nusa Indah 1, Perumahan Galaksi, dan Pondok Mitra Lesatari.
Berdasarkan foto dikirimkan warga yang tinggal di Vila Nusa Indah, banjir menggenang hingga setinggi ring basket.
"Kondisi di Vila Nusa Indah Bekasi," tulis Nida.
Ponpes Terendam Banjir
Pesantren Al-Kautsar atau Rumah Qur'an Al-Kautsar di Kompleks Villa Nusa Indah 1 juga terdampak banjir. Menurut Hakim selaku Mudir atau Kepala dari pondok pesantren tersebut, saat ini ketinggian air sudah mencapai dada orang dewasa.
Hakim pun membuktikan dengan sejumlah dokumentasi berupa foto dan video. Menurut dia, sampai pagi ini sekira pukul 08.00 WIB belum ada bantuan tiba.
"Kondisi air setinggi dada orang dewasa, belum ada bantuan," kata Hakim melalui sambungan telepon, Selasa (4/3).
Hakim bercerita, air meluap dengan cepat. Hal itu dipengaruhi dua hal, curah hujan yang tinggi dan diduga ada tanggul jebol di Kompleks Villa Nusa Indah 2.
"Dugaan saya tanggul jebol, tapi saya belum cek. Hanya info dari tetangga mengatakan demikian," jelas Hakim.
Hakim mengatakan, dia menduga jebolnya tanggul sebab dalam lima tahun terakhir tidak pernah ada banjir melanda pesantrennya.
"Terakhir pernah banjir 2020, jadi lima tahun yang lalu. Hari ini lebih parah ketinggiannya," ungkap Hakim.
Selain belum adanya bantuan yang tiba, hakim saat ini hanya bisa menunggu dengan mencari tempat aman di dalam pondok pesantren bersama 20 orang lainnya, termasuk 15 santri.
Diketahui, kondisi saat ini juga dilaporkan sudah tidak ada listrik karena sudah dipadamkan sejak tingginya curah hujan sekira pukul 03.00 WIB dini hari.