Baharkam Ungkap Sisi Lain Polisi yang Inspiratif, Ditulis dalam Buku Fisik
Di era yang sekarang, lanjut Edy, masyarakat dapat dengan mudah melabeli Polri secara negatif tanpa pandang bulu.
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) hari ini meluncurkan dua buku terbaru bertema 'Polisi Baik' yang disusun oleh Kakorbinmas Baharkam Polri, Irjen Pol Edy Murbowo. Dalam peluncuran buku kali ini, Edy merilis dua buku sekaligus yakni 'Polisi Baik' Suara yang Tak Terdengar dan 'Polisi Baik' Kisah-kisah Inspiratif Para Polisi Baik dari Seluruh Indonesia-jilid 2.
Kedua itu tersebut diluncurkan dan dibedah langsung oleh Irjen Pol Edy sendiri, Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri Komjen Pol Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana dan Prof. Hermawan Sulistyo APU alias Prof Kikiek selaku Kepala Pusat Kajian Keamanan Nasional Universitas Bhayangkara di Museum Polri, Rabu (6/8).
Irjen Pol Edy mengatakan disusunnya buku itu berdasarkan keresahannya kritik negatif dari masyarakat terhadap institusi Bhayangkara tanpa memandang sisi positifnya selama ini.
Tidak luput pula, kritikan tajam dari masyarakat terhadap polri juga viral di media sosial.
"Saya tuh agak terusik manakala kebaikan-kebaikan yang dilakukan anggota Polri itu ketutup oleh berita-berita yang negatif. Ini masalah viralistas, kebaikan-kebaikan yang dilakukan anggota kita itu nyata Itu real, dilakukan oleh mereka," kata Edy kepada wartawan di Museum Mabes Polri, Rabu (6/8).
Di era yang sekarang, lanjut Edy, masyarakat dapat dengan mudah melabeli Polri secara negatif tanpa pandang bulu. Padahal nyatanya masih banyak anggota polri yang melakukan kebaikan di masyarakat, hanya saja memang tidak terekam.
"Dengan menulis kita ingin meninggalkan warisan berupa buku, barang yang bisa dipegang. Kalau di dunia media maya, online, barang itu kan enggak kelihatan. Paling enggak kalau buku bisa ditaruh di rak itu masih bisa kelihatan, walaupun belum tentu dibaca," ujar dia.
"Tapi kalau di dunia media sosial itu ketimpa-timpa. Nah, menurut saya yang paling baru pun belum tentu dibaca. Kalau buku fisik, paling enggak dia udah pernah lihat dulu. Mungkin di waktu senggangnya dia juga akan membaca itu," sambung Irjen Edy.
Kata dia, sudah terekam ratusan anggota polri baik yang sudah melebihi tugas dan tanggung jawabnya, seperti halnya anggota Bhabinkamtibmas yang dekat dengan masyarakat.
"Para Bhabinkamtibmas Anggota-anggota kita sehari-hari berada di desa, di kelurahan Dia tau persis kebutuhan-kebutuhan mereka. Manakala yang lain tidak hadir Dia terpanggil hadir mengambil alih. Dia memberikan yang tidak diberikan oleh orang lain. Sehingga dia melakukan itu. Kita tidak berharap itu terus menjadi viral, Tetapi para anggota-anggota di lapangan, di bhabin itu, mereka landasannya rasa ikhlas. Dia enggak mau mengurangi rasa ikhlasnya Sehingga itu mereka bekerja dalam sunyi, dalam senyap," tegas Jenderal polisi bintang dua itu.
Di saat yang bersamaan, Profesor Hermawan Sulistyo alias Prof Kikiek menyampaikan sejatinya kedua buku 'polisi baik' itu mudah diakses oleh masyarakat, hanya saja tidak disampaikan ke ruang publik.
Buku ini juga menjadi bukti kalau tidak semua anggota polri negatif. Nyatanya, kata dia masih banyak siswa di tingkat SMA ingin menjadi anggota Bhayangkara sebagai tujuannya.
"Jadi buku ini memecah kebekuan informasi yang seperti itu, bahwa masih banyak polisi yang baik. Bedanya atau cilakanya polisi-polisi seperti ini di akar rumput yang tidak dikenal di atas, Netizen tidak mengenal yang beginian, satu menjembatani kesenjangan informasi lah," tuturnya.
Prof Kikiek juga mengaku senang, ada seorang jenderal yang mau menuliskan rekam jejak perjalanan karier anak buahnya.
Ke depan dia juga mengaku optimis institusi Polri masih akan terus berkembang dan dipandang baik oleh masyarakat.
"Mari kita menatap lebih optimis ke depan. Buku ini memberi inspirasi saya bahwa ke depan kita masih banyak yang bisa kita harapkan dari yang di bawah," tuturnya.