Aya JKT48 Belajar Akting Antagonis dari Film 'Gone Girl' untuk 'Nobody Loves Kay'
Mantan anggota JKT48, Aya, mengungkapkan pengalamannya belajar akting menjadi karakter menyebalkan dari film 'Gone Girl' demi perannya di 'Nobody Loves Kay', yang tayang 4 Juni 2026.
Mantan anggota grup idola JKT48, Nurhayati, atau akrab disapa Aya, mendapatkan pengalaman baru dalam dunia seni peran. Ia mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam film "Nobody Loves Kay" memberinya kesempatan untuk mendalami karakter yang berbeda dari biasanya. Peran ini menantang Aya untuk mengeksplorasi sisi "menyebalkan" dalam dirinya, sebuah pengalaman akting yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Aya, yang juga dikenal sebagai Ayastrophile, menyadari potensi aktingnya yang beragam melalui proyek film ini. Ia merasa peran antagonis ini membuka dimensi baru dalam karakternya sebagai seorang aktris. Film "Nobody Loves Kay" dijadwalkan akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai tanggal 4 Juni 2026 mendatang.
Proses pembelajaran akting ini tidak lepas dari arahan khusus yang diberikan oleh sutradara Bernardus Raka. Raka meminta Aya untuk menonton film psikologis barat "Gone Girl" sebagai referensi utama. Film tahun 2014 itu menjadi panduan bagi Aya dalam memerankan karakter bernama BB, yang merupakan peran antagonis perdananya.
Mendalami Karakter Antagonis dengan Referensi 'Gone Girl'
Aya JKT48 mengaku bahwa peran sebagai BB dalam film "Nobody Loves Kay" menjadi pengalaman akting yang sangat berharga baginya. Ia merasa peran ini membukakan mata tentang kemampuan dirinya untuk memerankan karakter yang menyebalkan. Pengalaman ini menjadi debutnya dalam memerankan tokoh antagonis, sebuah tantangan yang ia sambut dengan antusias.
Sutradara Bernardus Raka secara spesifik menugaskan Aya untuk mempelajari film "Gone Girl" sebelum memulai syuting. Film bergenre psikologis barat tersebut dirilis pada tahun 2014 dan dikenal dengan karakter-karakter kompleksnya. Referensi ini diberikan untuk membantu Aya memahami nuansa dan kedalaman karakter BB yang ia perankan.
Penugasan menonton "Gone Girl" memicu jiwa eksplorasi Aya dalam aktingnya. Ia mulai merombak gaya bicaranya sehari-hari menjadi lebih blak-blakan, menyesuaikan dengan tuntutan karakter BB. Proses ini menunjukkan dedikasinya dalam mendalami peran yang berbeda dari citranya selama ini.
Kolaborasi Intensif dengan Sutradara
Diskusi yang intensif antara Aya dan sutradara Bernardus Raka menjadi kunci keberhasilan dalam mengeksekusi peran BB. Kolaborasi ini memungkinkan Aya untuk mendapatkan arahan yang jelas dan memahami visi sutradara terhadap karakternya. Pendekatan ini sangat membantu Aya dalam menjiwai peran antagonis perdananya.
Melalui diskusi tersebut, Aya dapat mengembangkan karakter BB secara maksimal, termasuk dalam mengubah gaya bicaranya. Gaya bicara yang lebih blak-blakan ini merupakan hasil dari eksplorasi dan adaptasi yang ia lakukan. Transformasi ini menunjukkan komitmen Aya terhadap perannya dalam "Nobody Loves Kay".
Pengalaman ini tidak hanya memperkaya kemampuan akting Aya, tetapi juga memberinya pemahaman baru tentang dirinya sendiri. Ia menyadari bahwa ada sisi lain dalam dirinya yang bisa dieksplorasi untuk kebutuhan akting. Hal ini membuktikan bahwa proses syuting adalah ajang pembelajaran berkelanjutan bagi para aktor.
Reuni Alumni JKT48 di Layar Lebar
Film "Nobody Loves Kay" tidak hanya menampilkan Aya JKT48, tetapi juga mantan anggota JKT48 lainnya, Melati Sesilia. Kehadiran dua alumni grup idola ini menambah daya tarik tersendiri bagi para penggemar. Melati, yang "lulus" dari JKT48 pada tahun 2020, memerankan karakter bernama Sinta dalam film ini.
Melati Sesilia akan beradu akting dengan sejumlah nama lain seperti Bima Azriel, yang berperan sebagai Kairi ONIC, dan Aurora Ribero, yang memerankan Amanda. Kolaborasi antar aktor ini diharapkan mampu menciptakan dinamika cerita yang menarik. Film ini merupakan produksi dari ONIC, Folago Pictures, Migunani Cinema Cult, dan Qun Films, bekerja sama dengan Visinema Pictures.
Penayangan "Nobody Loves Kay" di bioskop seluruh Indonesia pada 4 Juni 2026 menjadi momen yang dinantikan. Film ini menawarkan cerita yang menarik dengan jajaran pemain yang beragam, termasuk talenta dari mantan anggota JKT48. Kehadiran Aya dan Melati diharapkan dapat menarik perhatian penonton dan memberikan warna baru dalam industri perfilman Indonesia.
Sumber: AntaraNews