ASTINDO Dorong Perbaikan Infrastruktur Pariwisata Demi Kenyamanan Libur Lebaran 2026
ASTINDO desak pemerintah prioritaskan perbaikan infrastruktur pariwisata demi kenyamanan wisatawan libur Lebaran 2026. Soroti jalan rusak dan keamanan, kunci daya saing pariwisata nasional.
Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) menyuarakan pentingnya perbaikan infrastruktur pariwisata di berbagai destinasi guna memastikan kenyamanan maksimal bagi wisatawan selama musim libur Lebaran 2026. Desakan ini muncul mengingat potensi lonjakan pergerakan masyarakat, baik untuk mudik maupun berwisata. Ketua Umum ASTINDO, Pauline Suharno, menegaskan bahwa infrastruktur yang memadai adalah kunci utama untuk menarik lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun internasional.
Pauline Suharno menyoroti kondisi jalanan di kota-kota besar, termasuk Jakarta, yang masih banyak berlubang dan memprihatinkan. Menurutnya, tanpa konektivitas dan moda transportasi yang layak, daya saing pariwisata Indonesia akan tertinggal dibandingkan negara lain. Oleh karena itu, perbaikan infrastruktur pariwisata harus menjadi agenda prioritas pemerintah untuk mendukung sektor ini.
Selain infrastruktur fisik, ASTINDO juga merekomendasikan peningkatan standar operasional dan keamanan bagi wisatawan. Hal ini bertujuan untuk menghindari pengalaman buruk yang dapat menimpa pengunjung saat berlibur. Pemerintah juga dianjurkan untuk memberikan sanksi hukum yang tegas kepada oknum penyedia layanan transportasi ilegal, termasuk operator tur dan kapal, guna menjamin keamanan dan kenyamanan perjalanan.
Desakan ASTINDO untuk Perbaikan Infrastruktur Pariwisata
ASTINDO secara tegas meminta pemerintah untuk menjadikan perbaikan infrastruktur pariwisata sebagai prioritas utama. Pauline Suharno, Ketua Umum ASTINDO, menekankan bahwa kondisi jalanan yang buruk, bahkan di kota besar seperti Jakarta, menjadi penghambat utama kenyamanan perjalanan. "Menurut saya perbaikan infrastruktur harus menjadi prioritas utama pemerintah jika ingin menarik wisatawan baik domestik maupun internasional," kata Pauline.
Konektivitas yang buruk akibat jalanan yang tidak layak dapat menghambat aksesibilitas ke destinasi wisata. Pauline mencontohkan, "jalanan di Jakarta masih banyak yang berlubang di mana-mana, padahal tanpa adanya konektivitas dan moda transportasi yang layak, pariwisata Indonesia akan sulit bersaing dengan negara lain." Kondisi ini secara langsung memengaruhi pengalaman wisatawan dan citra pariwisata nasional.
Selain itu, ASTINDO juga mendesak peningkatan standar operasional dan keamanan di destinasi wisata. Hal ini penting untuk meminimalisir risiko dan memastikan wisatawan merasa aman selama perjalanan mereka. Pemerintah juga disarankan untuk menindak tegas penyedia layanan jasa transportasi ilegal, "Jadi baik operator tur, kapal, transportasi ilegal, itu juga harus diberi sanksi hukum," ujar Pauline. Penegakan hukum yang kuat akan menciptakan lingkungan pariwisata yang lebih terpercaya.
Antisipasi Pemerintah Hadapi Lonjakan Mudik dan Liburan
Menjelang Lebaran 2026 atau Idul Fitri 1447 H, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi sekitar 144 juta orang akan melakukan perjalanan mudik berdasarkan survei nasional. Angka ini bahkan berpotensi meningkat, mengingat realisasi tahun sebelumnya melebihi prediksi. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan, "Kami mengantisipasi kemungkinan kenaikan karena tahun lalu survei 146 juta, realisasinya mencapai 154 juta.”
Untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan ini dan mendukung perbaikan infrastruktur pariwisata secara tidak langsung, pemerintah telah menerapkan kebijakan fleksibilitas bekerja (Flexible Working Arrangement/FWA). Kebijakan ini berlaku untuk Aparatur Sipil Negara dan pekerja swasta pada tanggal 16, 17, 25, 26, serta 27 Maret 2026. FWA dinilai efektif membantu mengurai kepadatan perjalanan dan mendukung kelancaran angkutan Lebaran 2026.
Survei Angkutan Lebaran 2026 Kemenhub menunjukkan bahwa penerapan FWA cukup efektif menekan potensi pergerakan puncak arus mudik, khususnya pada H-5 dan H-3. Selain itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi juga memberikan perhatian khusus untuk memperbaiki kondisi sejumlah ruas jalan di daerah seperti Banten dan Jawa Timur. Antisipasi lain termasuk pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas, kecuali untuk kendaraan pengangkut bahan pokok dan kebutuhan penting lainnya, sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas kementerian.
Upaya-upaya ini, termasuk subsidi tiket pesawat domestik yang disebutkan Pauline, diharapkan dapat mendukung program pemerintah dalam menghadirkan mudik yang aman dan nyaman. Pada akhirnya, semua langkah ini bertujuan untuk mendorong peningkatan pergerakan wisatawan dan mendukung pengembangan perbaikan infrastruktur pariwisata secara menyeluruh di Indonesia.
Sumber: AntaraNews