AJI Banda Aceh Gelar Pesantren Jurnalistik Gratis, Sasar Pelajar hingga Komunitas
AJI Banda Aceh kembali membuka kelas Pesantren Jurnalistik volume VI secara gratis, menargetkan pelajar, mahasiswa, dan komunitas umum untuk meningkatkan literasi media.
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh kembali berinisiatif menggelar program edukasi melalui Pesantren Jurnalistik volume VI. Kegiatan ini bertujuan memperkaya pengetahuan serta keterampilan jurnalistik bagi berbagai kalangan masyarakat di Banda Aceh. Program ini terbuka luas untuk pelajar, mahasiswa, dan anggota komunitas umum yang tertarik mendalami dunia media.
Pelatihan jurnalistik ini diselenggarakan secara gratis, memberikan kesempatan berharga bagi peserta untuk belajar langsung dari para profesional. AJI Banda Aceh berharap dapat meningkatkan pemahaman publik mengenai praktik jurnalistik yang baik dan etika bermedia. Inisiatif ini juga menjadi wujud komitmen AJI dalam mendukung pengembangan literasi media di tengah masyarakat.
Pendaftaran untuk Pesantren Jurnalistik ini telah dibuka mulai tanggal 20 hingga 24 Februari 2026, dan pelaksanaan seluruh sesi pelatihan dijadwalkan berlangsung dari tanggal 1 hingga 7 Maret 2026. Program ini dirancang khusus untuk dilaksanakan selama bulan Ramadhan, menawarkan pengalaman belajar yang unik dan berkesan.
Konsep "Goes to Communities" Mempermudah Akses Pelatihan Jurnalistik
Pesantren Jurnalistik volume VI yang digagas AJI Banda Aceh kali ini mengusung konsep inovatif bernama "goes to communities". Konsep ini memungkinkan pengurus AJI Banda Aceh untuk secara aktif mendatangi komunitas yang telah mendaftar. Pendekatan ini bertujuan untuk menghilangkan hambatan akses dan mendekatkan pelatihan kepada calon peserta.
Fakhrurrazi, Kabid Organisasi dan Pendidikan AJI Banda Aceh, menjelaskan bahwa tim akan berkunjung langsung ke lokasi komunitas. "Konsepnya kami akan datang ke komunitas-komunitas untuk memberikan pelatihan jurnalistik selama Ramadhan," ujarnya.
Strategi ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak individu serta kelompok masyarakat yang memiliki minat. Dengan demikian, pelatihan jurnalistik yang berkualitas dapat dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat. Konsep ini juga mendorong partisipasi aktif dari komunitas dalam mengembangkan kemampuan jurnalistik mereka.
Belajar dari Jurnalis Profesional dan Edukasi Bijak Bermedia
Program Pesantren Jurnalistik ini menghadirkan pemateri yang merupakan jurnalis profesional berpengalaman. Para jurnalis ini berasal dari berbagai media terkemuka, baik skala lokal, nasional, hingga internasional. Kehadiran mereka menjamin kualitas materi serta relevansi pelatihan dengan perkembangan industri media terkini.
Peserta tidak hanya akan menerima materi dasar tentang ilmu jurnalistik, tetapi juga mendapatkan edukasi penting mengenai penggunaan media yang bijak. Edukasi ini mencakup pemahaman tentang etika bermedia, baik untuk media massa konvensional maupun platform media sosial. Hal ini krusial mengingat derasnya arus informasi di era digital saat ini.
Fakhrurrazi menekankan pentingnya aspek literasi media dalam pelatihan ini. "Peserta nantinya tidak saja mendapat pelatihan tentang ilmu jurnalistik, tetapi juga diberikan edukasi bijak dalam bermedia, baik itu media massa maupun media sosial," katanya.
Tujuan utama dari edukasi ini adalah membentuk individu yang kritis dan bertanggung jawab dalam mengonsumsi serta memproduksi informasi. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta ekosistem media yang lebih sehat dan terpercaya. Pengetahuan ini sangat relevan untuk menghadapi tantangan disinformasi dan hoaks.
Tiga Kelas Pilihan dan Cara Pendaftaran Mudah
AJI Banda Aceh membuka tiga kelas khusus dalam Pesantren Jurnalistik ini, memberikan pilihan sesuai minat peserta. Kelas-kelas tersebut meliputi belajar menulis, fotografi, dan videografi. Setiap kelas dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan praktis yang dibutuhkan dalam dunia jurnalistik modern.
Fakhrurrazi menjelaskan, "Kami membuka tiga kelas jurnalistik, yakni belajar menulis, fotografi dan videografi." Pilihan kelas ini memungkinkan peserta untuk fokus pada bidang yang paling mereka minati atau butuhkan. Ini juga mengakomodasi beragam talenta serta aspirasi calon jurnalis.
Pendaftaran untuk program ini dibuka selama lima hari, mulai dari 20 hingga 24 Februari 2026. Pelatihan akan dilaksanakan pada tanggal 1 sampai 7 Maret 2026. Masyarakat yang berminat dapat mendaftarkan komunitasnya melalui tautan khusus yang disediakan.
Untuk informasi lebih lanjut serta proses pendaftaran, calon peserta dapat mengakses tautan https://bit.ly/pesantrenjurnalistikaji atau menghubungi kontak yang ada di Instagram resmi @aji_banda. Kemudahan akses pendaftaran ini diharapkan dapat mendorong partisipasi yang tinggi dari masyarakat.
Sumber: AntaraNews